<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Agung's Blog</title>
	<atom:link href="http://agungsukses.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://agungsukses.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Oct 2011 15:12:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='agungsukses.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Agung's Blog</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://agungsukses.wordpress.com/osd.xml" title="Agung&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://agungsukses.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menghitung Zakat Penghasilan</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2011/10/31/menghitung-zakat-penghasilan/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2011/10/31/menghitung-zakat-penghasilan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 14:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Dalam kitab fiqih kontemporer zakat pendapatan/penghasilan lebih dikenal sebagai zakat profesi. Menurut Dr. Yusuf Qordhowi dalam Fiqhu az-Zakat, zakat profesi adalah pendapatan berupa gaji/upah yang diperolehnya berdasar profesinya. Baik itu dokter, pegawai negeri, konsultan, notaris, kontraktor, sekretaris, manajer, direktur, mandor, guru, karyawan dan lain sebagainya. Zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=110&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam kitab fiqih kontemporer zakat pendapatan/penghasilan lebih dikenal sebagai zakat profesi. Menurut Dr. Yusuf Qordhowi dalam <em>Fiqhu az-Zakat</em>, zakat profesi adalah pendapatan berupa gaji/upah yang diperolehnya berdasar profesinya. Baik itu dokter, pegawai negeri, konsultan, notaris, kontraktor, sekretaris, manajer, direktur, mandor, guru, karyawan dan lain sebagainya. Zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang hartanya sudah cukup nisabnya untuk dibagikan kepada para mustahik zakat.</p>
<p>Zakat profesi memang belum dikenal terutama khasanah ulama klasik. Sedangkan ulama kontemporer –berdasarkan hasil muktamar Internasional Pertama tentang zakat&#8211; bersepakat bahwa <strong>zakat profesi hukumnya wajib</strong> dikeluarkan apabila telah mencapai <strong>nisab</strong> berdasarkan dalil-dalil firman Allah Swt: “<em>Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.(QS. Adz-Dzariyat (51): 19) “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267) &#8220;Pungutlah zakat dari kekayaan mereka, berarti kau membersihkan dan mensucikan mereka dengan zakat itu, kemudian doakanlah mereka, doamu itu sungguh memberikan kedamaian buat mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.&#8221; (QS. at-Taubah : 103)</em></p>
<p>Zakat profesi sejalan dengan tujuan disyariatkannya zakat, seperti untuk membersihkan dan mengembangkan harta serta menolong para mustahiq. Zakat profesi juga mencerminkan rasa keadilan yang merupakan ciri utama ajaran Islam, yaitu kewajiban zakat pada semua penghasilan dan pendapatan.</p>
<p>Zakat profesi ini oleh para ulama kontemporer diatur mengenai nisab, besar, dan waktu pembayarannya, ada dua model pendekatan:</p>
<p><strong>1.</strong> <span style="text-decoration:underline;"><strong>Diperhitungkan selama setahun</strong></span></p>
<p>Model bentuk harta yang diterima ini sebagai penghasilan berupa uang, sehingga bentuk harta ini di-qiyas-kan dalam zakat harta (simpanan/ kekayaan). Nisabnya adalah jika pendapatan satu tahun lebih dari senilai <strong>85 gr emas</strong> (anggap emas Rp. 300 000/gram), maka:</p>
<p>Minimal wajib zakat profesi, jika penghasilan mencapai = 85 gram x harga emas per gram = 85 gram x Rp. 300 000/gram = 25 500 000.</p>
<p>Jika penghasilan Anda mencapai 25 000 000, maka Anda wajib membayar zakat <strong>2,5 %</strong> x penghasilan Anda. Jika tidak, maka tidak wajib membayar zakat.</p>
<p><strong>2. </strong><span style="text-decoration:underline;"><strong>Dikeluarkan langsung saat menerima pendapatan</strong></span></p>
<p>Ini dianalogikan pada zakat tanaman. Model memperoleh harta penghasilan (profesi) mirip dengan panen (hasil pertanian), sehingga harta ini dapat di –qiyas-kan ke dalam zakat pertanian. Jika ini yang diikuti, maka besar nisabnya adalah senilai <strong>653 kg gabah kering giling setara dengan 522 Kg beras</strong> dan dikeluarkan setiap menerima penghasilan/gaji sebesar <strong>2,5% tanpa terlebih dahulu dipotong kebutuhan pokok</strong> (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya)</p>
<p>Contoh: Penghasilan saya Rp. 1 750 000, maka: karena harga beras saat ini Rp 8 000: harga beras per kg x 522 kg beras = Rp 8 000 x 522 = Rp. 4 176 000. Karena 1 750 000 &lt; 4 176 000, maka saya tidak wajib membayar zakat.</p>
<p>Al-hasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka zakat profesi itu bisa dilaksanakan setahun sekali atau sebulan sekali, atau berapa bulan sekali, terserah. Yang jelas, jika ditotal setahun besar zakat yang dikeluarkan akan sama. Namun ingat, ia baru wajib mengeluarkan jika penghasilannya, seandainya ditotal setahun setelah dikurangi kebutuhan-kebutuhannya selama setahun melebihi nisab. Jika tidak, tidak wajib zakat.</p>
<p>wallahualam.</p>
<p>[<em>ditulis kembali dengan beberapa perubahan di http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-penghasilan-apakah-ada-dalam-syariat-islam.htm</em>]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=110&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2011/10/31/menghitung-zakat-penghasilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hakikat Manusia Menurut Islam</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2011/03/11/hakikat-manusia-menurut-islam/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2011/03/11/hakikat-manusia-menurut-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Mar 2011 14:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Garis Besar: Konsep Manusia - Siapakah manusia? - Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain. Eksistensi dan Martabat Manusia - Tujuan penciptaan manusia - Fungsi dan peranan manusia Tanggung jawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah - Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah - Tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah Istilah-istilah Penting - Roh bersifat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=83&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Garis Besar:</p>
<ul>
<li><strong>Konsep Manusia</strong></li>
</ul>
<p>- Siapakah manusia?</p>
<p>- Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain.</p>
<ul>
<li><strong>Eksistensi dan Martabat Manusia</strong></li>
</ul>
<p>- Tujuan penciptaan manusia</p>
<p>- Fungsi dan peranan manusia</p>
<ul>
<li><strong>Tanggung jawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah</strong></li>
</ul>
<p>- Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah</p>
<p>- Tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah</p>
<ul>
<li><strong>Istilah-istilah Penting</strong></li>
</ul>
<p>- Roh bersifat azali: roh merupakan wujud yang terbentuk secara abadi tanpa adanya permulaan.</p>
<p>- Biologis manusia: mempunyai hubungan dengan ilmu pengetahuan tentang gejala hidup manusia dan hubungan dengan sesamanya dan dunia di luar dari lingkungannya.</p>
<p>- Pembudayaan ilmu: proses memajukan budaya/ilmu menjadi suatu kebiasaan yang mutlak.</p>
<p>- Memikul amanah: memikul kepercayaan/pesan</p>
<ul>
<li><strong>Sasaran Pembelajaran</strong></li>
</ul>
<p>Setelah mempelajari tulisan ini Anda dapat:</p>
<ol>
<li>Menjelaskan perbedaan pandangan al-Quran dengan pendapat ulama Islam tentang konsep manusia.</li>
<li>Melakukan ibadah dengan benar, karena memahami tujuan penciptaan manusia adalah beribadah.</li>
<li>Berpikir dan bersifat sesuai dengan fungsi dan peran manusia menurut Al-Quran</li>
<li>Berperilaku sesuai dengan tanggung jawab dirinya sebagai hamba dan khalifah Allah.</li>
</ol>
<p><strong>A. Pendahuluan</strong></p>
<p>Pada diri manusia terdapat perpaduan sifat yang berlawanan, sesuai dengan nama dan sifat Tuhan yang berlawanan. Manusia adalah <em>hadits</em> (baru) ditinjau dari segi badaniyahnya dan <em>azali</em> dari segi roh <em>Illahi</em>nya. Dengan kata lain, jasad manusia adalah baru sedangkan rohnya adalah <em>azali</em>. Oleh karena itu pada diri manusia terdapat perpaduan sifat ketuhanan dan sifat kemakhlukan. Ketika Allah menyaksikan kesombongan iblis, yaitu tidak mau sujud kepada Adam, dalam Q.S. 38 (Shaad):75 Allah berfirman:</p>
<blockquote><p>&#8220;Allah berfirman: &#8220;Hai iblis apakah yang menghalangi kamu sujud kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang yang (lebih) tinggi? &#8220;</p></blockquote>
<p style="text-align:left;">Kedua tangan dalam ayat tersebut, menurut Ibn al-&#8217;Arabi, adalah nama atau sifat Tuhan yang berlawanan, baik nama aktif (<em>al-asma&#8217; al-fa&#8217;iliyyah</em>) maupun nama reseptif (<em>al-asma&#8217; al-qabiliyyah</em>). Nama aktif saling berlawanan seperti <em>al-Anis</em> (Yang Maha Ramah) berlawanan dengan <em>al-Haib</em> (Yang Pemalu).</p>
<p style="text-align:left;"><strong>B. Konsep Manusia</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Siapakah Manusia?</strong></p>
<p style="text-align:left;">Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari teori tentang spesies baru yang berasal dari spesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi. Teori evolusi yang diperkenalkan Darwin pada abad XIX telah menimbulkan kepanikan, terutama di kalangan Gereja dan ilmuwan yang berpaham teori kreasi khusus. Apalagi setelah teori itu diekstrapolasikan oleh para penganutnya sedemikian rupa, sehingga seolah-olah manusia berasal dari kera. Padahal Darwin tidak pernah mengemukakan hal tersebut, walaupun taksonomi manusia dan kera besar berada pada super famili yang sama, yaitu hominoidae.</p>
<p style="text-align:left;">Darwin mengetengahkan banyak fakta yang nampaknya lebih berarti daripada pendahulunya. Darwin mengemukakan teori mengenai asal-usul spesies melalui sarana seleksi alam atau bertahannya ras-ras yang beruntung dalam memperjuangkan dan mempertahankan kehidupannya. Teori Darwin memuat dua aspek. Aspek pertama bersifat ilmiah, namun ketika diungkapkan dan dilaksanakan, ternyata aspek ilmiahnya sangat rapuh. Aspek kedua bersifat filosofis yang diberi penekanan oleh Darwin sangat kuat dan diungkapkan secara jelas. Teori evolusi tidaklah segalanya, bahkan Darwin sendiri menyadari seperti diungkapkannya:</p>
<blockquote>
<p style="text-align:left;">&#8220;Tapi aku mempercayai seleksi alam, bukan karena aku dapat membuktikan, dalam setiap kasus, bahwa seleksi alam telah mengubah satu spesies menjadi spesies lainnya, tapi karena seleksi alam mengelompokkan dan menjelaskan dengan baik (menurut pendapatku) banyak fakta mengenai klasifikasi, embriologi, morfologi, organ-organ elementer, pergantian dan distribusi geologis.&#8221;</p>
</blockquote>
<p style="text-align:left;">Evolusi manusia menurut ahli paleontologi dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu:</p>
<p style="text-align:left;"><em><strong>Pertama</strong></em>, tingkat pra-manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1924 yang dinamakan fosil australopithecus.</p>
<p style="text-align:left;"><em><strong>Kedua</strong></em>, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecantropus erectus.</p>
<p style="text-align:left;"><em><strong>Ketiga</strong></em>, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu homo walaupun spesiesnya dibedakan. Fosil jenis ini ditemukan di Neander, karena itu disebut homo neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo soloensis).</p>
<p style="text-align:left;"><em><strong>Keempat</strong></em>, manusia modern atau homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otak dan nalarnya.</p>
<p style="text-align:left;">Mencari makna manusia dilakukan melalui ilmu pengetahuan. Para ahli berusaha mendefinisikannya sesuai dengan bidang kajian (<em>obyek materia</em>) ilmu yang digelutinya.</p>
<p style="text-align:left;">Membicarakan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan sangat tergantung pada metodologi yang digunakan dan terhadap filosofis yang mendasari.</p>
<p style="text-align:left;">Para penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai <em>homo volens </em>(manusia berkeinginan). Menurut aliran ini manusia adalah makhluk yang memiliki prilaku interaksi antara komponen biologis (Id), psikologis (ego), dan sosial (superego). Di dalam diri manusia terdapat unsur animal (hewani), rasional (akali), dan moral (nilai).</p>
<p style="text-align:left;">Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mehanicus (manusia mesin). Behavior lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (aliran yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan subyektif) dan psikoanalisis (aliran yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behavior menganalisis perilaku yang nampak saja. Menurut aliran ini segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya, tidak disebabkan aspek rasional dan emosionalnya.</p>
<p style="text-align:left;"> Para penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir). Menurut aliran ini manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk  yang bereaksi secara pasif pada lingkungan, tetapi sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, makhluk yang selalu  berpikir. Penganut teori kognitif mengecam pendapat yang cenderung menganggap pikiran itu tidak nyata karena tampak tidak mempengaruhi peristiwa. Padahal berpikir, memutuskan, menyatakan, memahami dan sebagainya adalah fakta kehidupan manusia.</p>
<p style="text-align:left;">Para penganut teori humanisme menyebut manusia sebagai <em>homo ludens</em> (manusia bermain).  Aliran ini mengecam psikoanalisis  dan behavionarisme, karena keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia. Keduanya tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positip dan menentukan, seperti cinta, kreativitas, nilai, makna, dan pertumbuhan pribadi. Menurut humanisme manusia berperilaku untuk mempertahankan, meningkatkan dan mengaktualisasikan diri. Perdebatan mengenai siapa manusia di kalangan para ilmuan terus berlangsung dan tidak menemukan satu kesepakatan yang tuntas. Manusia tetap menjadi misteri yang paling besar dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang.</p>
<p style="text-align:left;">Konsep manusia dalam al-Qur&#8217;an dipahami dengan memperhatikan kata-kata yang saling menunjuk pada makna manusia yaitu kata <em>basyar</em>, <em>insan</em>, dan <em>al-nas</em>.  Allah memakai konsep basyar dalam al-Qur&#8217;an sebanyak 37 kali, salah satunya <em>al-Kahfi</em>:110, yaitu: Innama anaa basyarun mitslukum (Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu). Konsep basyar selalu dihubungkan pada sifat-sifat biologis manusia, seperti asalnya dari tanah liat atau lempung kering (al-Hijr:33; al-Ruum:20), manusia makan dan minum (al-Mu&#8217;minuun:33). Basyar adalah makhluk yang sekedar berada (<em>being</em>) yang statis seperti hewan.</p>
<p style="text-align:left;">Kata <em>insan</em> disebutkan dalam al-Qur&#8217;an sebanyak 65 kali, di antaranya (al-Alaq:5), yaitu: <em>Allamal insaana maa lam ya&#8217;lam</em> (Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya). Konsep <em>insan</em> selalu dihubungkan pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai makhluk yang berpikir, diberi ilmu, dan memikul amanah (al-Ahzab:72). Insan adalah makhluk yang menjadi (<em>becoming</em>) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.</p>
<p style="text-align:left;">Kata al-nas disebut sebanyak 240 kali, seperti al-Zumar:27, Walaqad dlarabna linnaasi fii haadzal quraani min kulli matsal (Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam al-Qur&#8217;an ini setiap macam perumpamaan). Konsep <em>al-nas</em>  menunjuk pada semua manusia sebagai makhluk sosial atau secara kolektif.</p>
<p style="text-align:left;">Dengan demikian al-Qur&#8217;an memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dan sosial. Manusia sebagai <em>basyar</em> tunduk pada takdir Allah, sama dengan makhluk lain. Manusia sebagai <em>insan</em> dan <em>al-nas </em>bertalian dengan hembusan roh Allah yang memiliki kebebasan dalam memilih atau tunduk atau menentang takdir Allah.</p>
<p style="text-align:left;">(to be continue..)</p>
<p style="text-align:left;">[diambil dari diktat kuliah Agama Islam, ITB]</p>
<p style="text-align:left;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=83&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2011/03/11/hakikat-manusia-menurut-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Simulation of Water Quality Modelling of The Open Sea By Integrating MuQual3D and SINTEF Dream to Preserve The Environment of The Ocean</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2010/12/17/simulation-of-water-quality-modelling-of-the-open-sea-by-integrating-muqual3d-and-sintef-dream-to-preserve-the-environment-of-the-ocean/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2010/12/17/simulation-of-water-quality-modelling-of-the-open-sea-by-integrating-muqual3d-and-sintef-dream-to-preserve-the-environment-of-the-ocean/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Dec 2010 23:07:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=73</guid>
		<description><![CDATA[Abstract. Exploration and exploitation activities of the oil and gas is done by human. Because of people&#8217;s activities &#8211; such as taking a bath and housework &#8211; produce waste water. This kind of waste water, namely Domestic Waste Water, has to be controlled not to exceed certain number, ruled by law. Besides, the paper also [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=73&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Abstract.</p>
<p>Exploration and exploitation activities of the oil and gas is done by human. Because of people&#8217;s activities &#8211; such as taking a bath and housework &#8211; produce waste water. This kind of waste water, namely Domestic Waste Water, has to be controlled not to exceed certain number, ruled by law. Besides, the paper also calculates Produced Waste Water yielded by the exploration process. Therefore, this paper analyzes distribution of the water quality resulted by the waste water, done by scientific approach. MuQual3D and SINTEF Dream, futhermore, two of the well-known software calculating the distribution of the water quality modelling, will be compared. The results, finally, will be briefly explained at the last chapter.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/73/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/73/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/73/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=73&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2010/12/17/simulation-of-water-quality-modelling-of-the-open-sea-by-integrating-muqual3d-and-sintef-dream-to-preserve-the-environment-of-the-ocean/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Resensi Buku &#8216;The Chinese Tao of Business&#8217;</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2009/12/29/resensi-buku-the-chinese-tao-of-business/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2009/12/29/resensi-buku-the-chinese-tao-of-business/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 18:01:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah buku riset ditulis oleh tiga orang kompeten dalam bidang bisnis, George T.Haley, Usha CV Haley, dan Chin Tiong Tan. Berisi suatu kajian kesuksesan bisnis Cina, dimulai dari hal-hal bersifat spiritual yang diyakini Cina, kebudayaan Cina, &#8220;Jalan&#8221; (sesuatu yang dijadikan pedoman rakyat Cina kebanyakan), Taoisme, serta Konfusianis. Buku ini menceritakan bagaimana paham-paham yang berkembang di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=67&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah buku riset ditulis oleh tiga orang kompeten dalam bidang bisnis, George T.Haley, Usha CV Haley, dan Chin Tiong Tan. Berisi suatu kajian kesuksesan bisnis Cina, dimulai dari hal-hal bersifat spiritual yang diyakini Cina, kebudayaan Cina, &#8220;Jalan&#8221; (sesuatu yang dijadikan pedoman rakyat Cina kebanyakan), Taoisme, serta Konfusianis.</p>
<p>Buku ini menceritakan bagaimana paham-paham yang berkembang di Cina mempengaruhi pola bisnis mereka, disamping pola pikir Cina (Timur) berbeda dengan pola pikir Barat. Pola pikir Cina yang holistis (menyeluruh), intuitis, bertindak cepat dengan pola pikir Barat yang particularistic, analitis, lambat.</p>
<p>Buku ini cocok sebagai panduan awal untuk siapapun yang berniat mengembangkan bisnis di Cina.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=67&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2009/12/29/resensi-buku-the-chinese-tao-of-business/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Solusi supaya Indonesia Jaya</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2008/08/27/solusi-supaya-indonesia-jaya/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2008/08/27/solusi-supaya-indonesia-jaya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 02:48:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Yang namanya tentara rakyat, TNI pasti memihak kepada kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat sekarang adalah meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Sudah tercapaikah hal itu? Yang terjadi adalah sebaliknya. Kesejahteraan, pendidikan, dan kemiskinan semakin merajalela. Kudeta adalah satu-satunya solusi untuk meningkatkan kesejahteraan, pendidikan dan mengentaskan kemiskinan. Kita tinggal menunggu waktunya. Kudeta kudeta kudeta!!! Indonesia Jaya!!!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=33&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yang namanya tentara rakyat, TNI pasti memihak kepada kepentingan rakyat. Kepentingan rakyat sekarang adalah meningkatkan kesejahteraan, pendidikan, dan pengentasan kemiskinan. Sudah tercapaikah hal itu? Yang terjadi adalah sebaliknya. Kesejahteraan, pendidikan, dan kemiskinan semakin merajalela. Kudeta adalah satu-satunya solusi untuk meningkatkan kesejahteraan, pendidikan dan mengentaskan kemiskinan. Kita tinggal menunggu waktunya. Kudeta kudeta kudeta!!! Indonesia Jaya!!!</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agungsukses.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agungsukses.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=33&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2008/08/27/solusi-supaya-indonesia-jaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Konsep Ketuhanan Dalam Islam</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/24/konsep-ketuhanan-dalam-islam/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/24/konsep-ketuhanan-dalam-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 24 Jul 2008 15:38:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam for Beginner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Setelah Anda membaca tulisan ini, Anda dapat memahami poin-poin berikut ini: 1. Filsafat Ketuhanan dalam Islam. Siapakah Tuhan itu? Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan. Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu. Pembuktian Wujud Tuhan. 2. Keimanan dan Ketakwaan Pengertian Iman Wujud Iman Proses Terbentuknya Iman Tanda Orang Beriman Korelasi Keimanan dan Ketakwaan 3. Implementasi Iman dan Takwa dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=28&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah Anda membaca tulisan ini, Anda dapat memahami poin-poin berikut ini:</p>
<p><strong>1. Filsafat Ketuhanan dalam Islam.</strong></p>
<ul>
<li>Siapakah Tuhan itu?</li>
<li>Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan.</li>
<li>Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu.</li>
<li>Pembuktian Wujud Tuhan.</li>
</ul>
<p><strong>2. Keimanan dan Ketakwaan</strong></p>
<ul>
<li>Pengertian Iman</li>
<li>Wujud Iman</li>
<li>Proses Terbentuknya Iman</li>
<li>Tanda Orang Beriman</li>
<li>Korelasi Keimanan dan Ketakwaan</li>
</ul>
<p><strong>3. Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern.</strong></p>
<ul>
<li>Problematika, Tantangan, dan Resiko dalam Kehidupan Modern.</li>
<li>Peran Iman dan Takwa dalam Menjawab Problema dan Tantangan Kehidupan Modern.</li>
</ul>
<p><strong>Istilah-istilah Penting:</strong></p>
<ul>
<li>Ibadah Mahdhah: ibadah yang sudah ditentukan macam, cara, waktu, dan bacaannya.</li>
<li>Spiritualistis Islam: Ciri/kerohanian Islam</li>
<li>Karakter Islam: Watak/sifat/tabiat Islam.</li>
<li>Pola pikir teologis: pola pikir berkenaan dengan ilmu ke-Tuhanan.</li>
<li>Bersifat azali: wujud yang terbentuk secara abadi tanpa adanya permulaan.</li>
</ul>
<p><strong>Sasaran Pembelajaran:</strong></p>
<ol>
<li>Menjelaskan perbedaan pandangan Max Muller, Andrew Lang, dan Agama Wahyu tentang monoteisme.</li>
<li>Berpikir dan bersikap sesuai dengan aliran teologis yang dapat menunjang perkembangan IPTEK dan peningkatan etos kerja.</li>
<li>Membuktikan adanya Tuhan melalui kajian ilmiah, sehingga dapat memantapkan iman.</li>
<li>Bersikap dengan benar sesuai dengan prinsip dalam proses pembentukan iman</li>
<li>Bersifat dengan benar sesuai dengan prinsip dalam proses pembentukan iman.</li>
<li>Mengimplementasikan iman dengan ibadah dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.</li>
<li>Menerangkan peranan iman dan takwa dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, sehingga meyakini benar perlunya beriman dan bertakwa.</li>
</ol>
<p><strong>A. Pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align:left;">Aspek keimanan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah aspek kejiwaan dan nilai. Aspek ini belum mendapat perhatian seperti perhatian terhadap aspek lainnya. Kecintaan kepada Allah, ikhlas beramal hanya karena Allah, serta mengabdikan diridan tawakal sepenuhnya kepada-Nya, merupakan nilai keutamaan yang perlu diperhatikan dan diutamakandalam menyempurnakan cabang-cabang keimanan.</p>
<p style="text-align:left;">Sesungguhnya amalah lahiriah berupa ibadah <em>mahdhah</em> dan muamalah tidak akan mencapai kesempurnaan, kecuali jika didasari dan diramu dengan nilai keutamaan tersebut. Sebab nilai-nilai tersebut senantiasa mengalir dalam hati dan tertuang dalam setiap gerak serta perilaku keseharian.</p>
<p style="text-align:left;">Pendidikan modern telah mempengaruhi peserta didik dari berbagai arah dan pengaruhnya telah sedemikian rupa merasuki jiwa generasi penerus. Jika tidak pandai membina jiwa generasi mendatang, &#8220;dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam nalar, pikir dan akal budi mereka&#8221;, maka mereka tidak akan selamat dari pengaruh negatif pendidikan modern. Mungkin mereka merasa ada yang kurang dalam sisi spiritualitasnya dan berusaha menyempurnakan dari sumber-sumber lain. Bila ini terjadi, maka perlu segera diambil tindakan, agar pintu spiritualitas yang terbuka tidak diisi oleh ajaran lain yang bukan berasal dari ajaran spiritualitas Islam.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Seorang muslim yang paripurna adalah yang nalar dan hatinya bersinar, pandangan akal dan hatinya tajam, akal pikir dan nuraninya berpadu dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan sesama manusia, sehingga sulit diterka mana yang lebih dahulu berperan kejujuran jiwanya atau kebenaran akalnya. Sifat kesempurnaan ini merupakan karakter Islam, yaitu agama yang membangun kemurnian akidah atas dasar kejernihan akal dan membentuk pola pikir teologis yang menyerupai bidang-bidang ilmu eksakta, karena dalam segi akidah, Islam hanya menerima hal-hal yang menurut ukuran akal sehat dapat diterima sebagai ajaran akidah yang benar dan lurus.</strong></p>
<p style="text-align:left;">Pilar akal dan rasionalitas dalam akidah Islam tecermin dalam aturan <em>muamalat</em> dan dalam memberikan solusi serta terapi bagi persoalan yang dihadapi. Selain itu Islam adalah agama ibadah. Ajaran tentang ibadah didasarkan atas kesucian hati yang dipenuhi dengan keikhlasan, cinta, serta dibersihkan dari dorongan hawa nafsu, egoisme, dan sikap ingin menang sendiri. Agama seseorang tidak sempurna, jika kehangatan spiritualitas yang dimiliki tidak disertai dengan pengalaman ilmiah dan ketajaman nalar. <span style="text-decoration:underline;">Pentingnya akal bagi iman ibarat pentingnya mata bagi orang yang sedang berjalan.</span></p>
<p style="text-align:left;"><strong>B. Filsafat Ketuhanan dalam Islam</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong>Siapakah Tuhan itu?</strong></p>
<p style="text-align:left;">Perkataan <em>ilah</em>, yang diterjemahkan &#8220;Tuhan&#8221;, dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia, misalnya dalam QS 45 (Al-Jatsiiyah): 23, yaitu:</p>
<p style="text-align:left;"><em>&#8220;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya&#8230;.?&#8221;</em></p>
<p style="text-align:left;">Dalam QS 28 (Al-Qashash):38, perkataan <em>ilah </em>dipakai oleh Fir&#8217;aun untuk dirinya sendiri:</p>
<p style="text-align:left;"><em>&#8220;Dan Fir&#8217;aun berkata: Wahai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.&#8221;</em></p>
<p style="text-align:left;">Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan <em>ilah </em>bisa mengandung arti berbagai benda, baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi maupun benda nyata (Fir&#8217;aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). Perkataan <em>ilah </em>dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (<em>mufrad: ilaahun</em>), ganda (<em>mutsanna:ilaahaini</em>), dan banyak (<em>jama&#8217;: aalihatun</em>). Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin. Untuk dapat mengerti dengan definisi <em>Tuhan </em>atau <em>Ilah </em>yang tepat, berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Tuhan (<em>ilah</em>) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya.</strong></p>
<p style="text-align:left;">Perkataan <em>dipentingkan</em> hendaklah diartikan secara luas. Tercakup di dalamnya yang dipuja, dicintai, diagungkan, diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan, dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian.</p>
<p style="text-align:left;">Ibnu Taimiyah memberikan definisi <em>al-ilah</em> sebagai berikut:</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepada-Nya, merendahkan diri di hadapannya, takut, dan mengharapkannya, kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan, berdoa, dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan dari padanya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya (M.Imaduddin, 1989:56)</strong></p>
<p style="text-align:left;">Atas dasar definisi ini, Tuhan itu bisa berbentuk apa saja, yang dipentingkan manusia. Yang pasti, manusia tidak mungkin ateis, tidak mungkin tidak ber-Tuhan. Berdasarkan logika Al-Quran, setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. Dengan begitu, orang-orang komunis pada hakikatnya ber-Tuhan juga. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau angan-angan (utopia) mereka.</p>
<p style="text-align:left;">Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat &#8220;la ilaaha illa Allah&#8221;. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan, yaitu &#8220;tidak ada Tuhan&#8221;, kemudian baru diikuti dengan penegasan &#8220;melainkan Allah&#8221;. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu, sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah.</p>
<p style="text-align:left;"><strong>Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan</strong></p>
<ol>
<li><strong>Pemikiran Barat</strong></li>
</ol>
<p>Yang dimaksud konsep Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah, baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin. Dalam literatur sejarah agama, dikenal teori evolusionisme, yaitu teori yang menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana, lama kelamaan meningkat menjadi sempurna. Teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Max Muller, kemudian dikemukakan oleh EB Taylor, Robertson Smith, Lubbock dan Javens. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li><strong>Dinamisme</strong></li>
</ul>
<p>Menurut paham ini, manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia, ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda, seperti <em>mana </em>(Melanesia), <em>tuah</em> (Melayu), dan <em>syakti</em> (India). Mana adalah kekuatan gaib yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera. Oleh karena itu dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Meskipun nama tidak dapat diindera, tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya.</p>
<ul>
<li><strong>Animisme</strong></li>
</ul>
<p>Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Setiap benda yang dianggap benda baik, mempunyai roh. Oleh masyarakat primitif, roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. Oleh karena itu, roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup, mempunyai rasa senang, rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. Menurut kepercayaan ini, agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut, manusia harus menyediakan kebutuhan roh. Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh.</p>
<ul>
<li><strong>Politeisme</strong></li>
</ul>
<p>Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan, karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya, ada yangmembidangi masalah air, ada yang membidangi angin dan lain sebagainya.</p>
<ul>
<li><strong>Henoteisme</strong></li>
</ul>
<p>Politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendekiawan. Oleh karena itu dari dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi, karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Lama-kelamaan kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih definitif (tertentu). Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan, namun manusia masih mengakui Tuhan (<em>Ilah</em>) bangsa lain. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional).</p>
<ul>
<li><strong>Monoteisme</strong></li>
</ul>
<p>Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham, yaitu: deisme, panteisme, dan teisme.</p>
<p><span id="more-28"></span></p>
<p>Evolusionisme dalam kepercayaan terhadap Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh Max Muller dan EB. Taylor (1877), ditentang oleh Andrew Lang (1898) yang menekankan adanya monoteisme dalam masyarakat primitif. Dia mengemukakan bahwa orang-orang yang berbudaya rendah juga sama monoteismenya dengan orang-orang Kristen. Mereka mempunyai kepercayaan pada wujud yang Agung dan sifat-sifat yang khas terhadap Tuhan mereka, yang tidak mereka berikan kepada wujud yang lain.</p>
<p>Dengan lahirnya pendapat Andrew Lang, maka berangsur-angsur golongan evolusionisme menjadi reda dan sebaliknya sarjana-sarjana agama terutama di Eropa Barat mulai menantang evolusionisme dan memperkenalkan teori baru untuk memahami sejarah agama. Mereka menyatakan bahwa ide tentang Tuhan tidak datang secara evolusi, tetapi dengan relevansi atau wahyu. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penyelidikan bermacam-macam kepercayaan yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat primitif. Dalam penyelidikan didapatkan bukti-bukti bahwa asal-usul kepercayaan masyarakat primitif adalah monoteisme dan monoteisme adalah berasal dari ajaran wahyu Tuhan (Zaglul Yusuf, 1993:26-27).</p>
<p><strong>2. Pemikiran Umat Islam</strong></p>
<p>Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid, Ilmu Kalam, atau Ilmu Ushuluddin di kalangan umat Islam, timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW. Secara garis besar, ada aliran yang bersifat liberal, tradisional, dan ada pula yang bersifat di antara keduanya. Sebab timbulnya aliran tersebut adalah karena adanya perbedaan metodologi dalam memahami Al-Quran dan Hadis dengan pendekatan kontekstual sehingga lahir aliran yang bersifat tradisional. Sedang sebagian umat Islam yang lain memahami dengan pendekatan antara kontektual dengan tektual sehingga lahir aliran yang bersifat antara liberal dengan tradisional. Ketiga corak pemikiran ini telah mewarnai sejarah pemikiran ilmu ketuhanan dalam Islam. Aliran tersebut yaitu:</p>
<p>a. <em>Mu&#8217;tazilah </em>yang merupakan kaum rasionalis di kalangan muslim, serta menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami semua ajaran dan keimanan dalam Islam. Orang islam yang berbuat dosa besar, tidak kafir dan tidak mukmin. Ia berada di antara posisi mukmin dan kafir (<em>manzilah bainal manzilatain</em>).</p>
<p>Dalam menganalisis ketuhanan, mereka memakai bantuan ilmu logika Yunani, satu sistem teologi untuk mempertahankan kedudukan keimanan. Hasil dari paham Mu&#8217;tazilah yang bercorak rasional ialah muncul abad kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam. Namun kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya menurun dengan <em>kalahnya mereka dalam perselisihan dengan kaum Islam ortodoks. Mu&#8217;tazilah</em> lahir sebagai pecahan dari kelompok <em>Qadariah</em>, sedang <em>Qadariah </em>adalah pecahan dari Khawarij.</p>
<p>b. Qodariah yang berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat. Manusia sendiri yang menghendaki apakah ia akan kafir atau mukmin dan hal itu yang menyebabkan manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya.</p>
<p>c. <em>Jabariah yang merupakan pecahan dari Murji&#8217;ah</em> berteori bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat. Semua tingkah laku manusia ditentukan dan dipaksa oleh Tuhan.</p>
<p>d. Asy&#8217;ariyah dan Maturidiyah yang pendapatnya berada di antara <em>Qadariah </em>dan <em>Jabariah</em></p>
<p>Semua aliran itu mewarnai kehidupan pemikiran ketuhanan dalam kalangan umat islam periode masa lalu. Pada prinsipnya aliran-aliran tersebut di atas tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam. Oleh karena itu umat Islam yang memilih aliran mana saja diantara aliran-aliran tersebut sebagai teologi mana yang dianutnya, tidak menyebabkan ia keluar dari islam. Menghadapi situasi dan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini, umat Islam perlu mengadakan koreksi ilmu berlandaskan al-Quran dan Sunnah Rasul, tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. Di antara aliran tersebut yang nampaknya lebih dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan etos kerja adalah aliran <em>Mu&#8217;tazilah </em>dan <em>Qadariah.<br />
</em></p>
<p><strong>Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu<br />
</strong></p>
<p>Pengkajian manusia tentang Tuhan, yang hanya didasarkan atas pengamatan dan pengalaman serta pemikiran manusia, tidak akan pernah benar. Sebab Tuhan merupakan sesuatu yang ghaib, sehingga informasi tentang Tuhan yang hanya berasal dari manusia biarpun dinyatakan sebagai hasil renungan maupun pemikiran rasional, tidak akan benar.</p>
<p>Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain tertera dalam:</p>
<ol>
<li>QS 21 (Al-Anbiya): 92, &#8220;Sesungguhnya agama yang diturunkan Allah adalah satu, yaitu <em>agama Tauhid</em>. Oleh karena itu seharusnya manusia menganut satu agama, tetapi mereka telah berpecah belah. Mereka akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghakimi mereka.</li>
</ol>
<p>Ayat tersebut di atas memberi petunjuk kepada manusia bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan konsep tentang  ajaran ketuhanan sejak zaman dahulu hingga sekarang. Melalui Rasul-rasul-Nya, Allah memperkenalkan dirinya melalui ajaran-Nya, yang dibawa para Rasul, Adam sebagai Rasul pertama dan Muhammad sebagai terakhir.</p>
<p>Jika terjadi perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan di antara agama-agama adalah karena perbuatan manusia. Ajaran yang tidak sama dengan konsep ajaran aslinya, merupakan manipulasi dan kebohongan manusia yang teramat besar.</p>
<p>2. QS 5 (Al-Maidah):72, &#8220;Al-Masih berkata: &#8220;Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhaku dan Tuhanmu. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti mengharamkan kepadanya syurga, dan tempat mereka adalah neraka.</p>
<p>3. QS 112 (Al-Ikhlas): 1-4, &#8220;Katakanlah, Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung pada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.&#8221;</p>
<p>Dari ungkapan ayat-ayat tersebut, jelas bahwa Tuhan adalah Allah. Kata Allah adalah nama <em>isim jumid </em>atau <em>personal name. </em>Merupakan suatu pendapat yang keliru, jika nama Allah diterjemahkan dengan kata &#8220;Tuhan&#8221;, karena dianggap sebagai <em>isim musytaq</em>.</p>
<p>Tuhan yang haq dalam konsep al-Quran adalah Allah. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat Ali Imran ayat 62, surat Shad 35 dan 65, surat Muhammad ayat 19. Dalam al-quran diberitahukan pula bahwa ajaran tentang Tuhan yang diberikan kepada Nabi sebelum Muhammad adalah Tuhan Allah juga. Perhatikan antara lain surat Hud ayat 84 dan surat al-Maidah ayat 72. Tuhan Allah adalah esa sebagaimana dinyatakan dalam surat al-Ankabut ayat 46, Thaha ayat 98, dan Shad ayat 4.</p>
<p>Dengan mengemukakan alasan-alasan tersebut di atas, maka menurut informasi al-Quran, sebutan yang benar bagi Tuhan yang benar-benar Tuhan adalah sebutan &#8220;Allah&#8221;, dan kemahaesaan Allah tidak melalui teori evolusi melainkan melalui wahyu yang datang dari Allah. Hal ini berarti konsep tauhid telah ada sejak datangnya Rasul Adam di muka bumi. Esa menurut al-Quran adalah esa yang sebenar-benarnya esa, yang tidak berasal dari bagian-bagiandan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian.</p>
<p>Keesaan Allah adalah mutlak. Ia tidak dapat didampingi atau disejajarkan dengan yang lain. Sebagai umat Islam, yang mengikrarkan kalimat syahadat <em>La ilaaha illa Allah</em> harus menempatkan Allah sebagai prioritas utama dalam setiap tindakan dan ucapannya.</p>
<p>Konsepsi kalimat La ilaaha illa Allah yang bersumber dari al-quran memberi petunjuk bahwa manusia mempunyai kecenderungan untuk mencari Tuhan yang lain selain Allah dan hal itu akan kelihatan dalam sikap dan praktik menjalani kehidupan.</p>
<p><strong>Pembuktian Wujud Tuhan</strong></p>
<p><strong>1. Metode Pembuktian Ilmiah</strong></p>
<p>Tantangan zaman modern terhadap agama terletak dalam masalah metode pembuktian. Metode ini mengenal hakikat melalui percobaan dan pengamatan, sedang akidah agama berhubungan dengan alam di luar indera, yang tidak mungkin dilakukan percobaan (agama didasarkan pada analogi dan induksi). Hal inilah yang menyebabkan menurut metode ini agama batal, sebab agama tidak mempunyai landasan ilmiah.</p>
<p>Sebenarnya sebagian ilmu modern juga batal, sebab juga tidak mempunyai landasan ilmiah. Metode baru tidak mengingkari wujud sesuatu, walaupun belum diuji secara empiris. Di samping itu metode ini juga tidak menolak analogi antara sesuatu yang tidak terlihat dengan sesuatu yang telah diamati secara empiris. Hal ini disebut dengan &#8220;analogi ilmiah&#8221; dan dianggap sama dengan percobaan empiris.</p>
<p>Suatu percobaan dipandang sebagai kenyataan ilmiah, tidak hanya karena percobaan itu dapat diamati secara langsung. Demikian pula suatu analogi tidak dapat dianggap salah, hanya karena dia analogi. Kemungkinan benar dan salah dari keduanya berada pada tingkat yang sama.</p>
<p>Percobaan dan pengamatan bukanlah metode sains yang pasti, karena ilmu pengetahuan tidak terbatas pada persoalan yang dapat diamati dengan hanya penelitian secara empiris saja. Teori yang disimpulkan dari pengamatan merupakan hal-hal yang tidak punya jalan untuk mengobservasi. Orang yang mempelajari ilmu pengetahuan modern berpendapat bahwa kebanyakan pandangan pengetahuan modern, hanya merupakan interpretasi terhadap pengamatan dan pandangan tersebut belum dicoba secara empiris. Oleh karena itu banyak sarjana percaya padanya hakikat yang tidak dapat diindera secara langsung. Sarjana mana pun tidak mampu melangkah lebih jauh tanpa berpegang pada kata-kata seperti: &#8220;Gaya&#8221; (<em>force</em>), &#8220;Energy&#8221;, &#8220;alam&#8221; (<em>nature</em>), dan &#8220;hukum alam&#8221;. Padahal tidak ada seorang sarjana pun yang mengenal apa itu: &#8220;Gaya, energi, alam, dan hukum alam&#8221;. Sarjana tersebut tidak mampu memberikan penjelasan terhadap kata-kata tersebut secara sempurna, sama seperti ahli teologi yang tidak mampu memberikan penjelasan tentang sifat Tuhan. Keduanya percaya sesuai dengan bidangnya pada sebab-sebab yang tidak diketahui.</p>
<p>Dengan demikian tidak berarti bahwa agama adalah &#8220;iman kepada yang ghaib&#8221; dan ilmu pengetahuan adalah percaya kepada &#8220;pengamatan ilmiah&#8221;. Sebab, baik agama maupun ilmu pengetahuan kedua-duanya berlandaskan pada keimanan pada yang ghaib. Hanya saja ruang lingkup agama yang sebenarnya adalah ruang lingkup &#8220;penentuan hakikat&#8221; terakhir dan asli, sedang ruang lingkup ilmu pengetahuan terbatas pada pembahasan ciri-ciri luar saja. Kalau ilmu pengtahuan memasuki bidang penentuan hakikat, yang sebenarnya adalah bidang agama, berarti ilmu pengetahuan telah menempuh jalan iman kepada yang ghaib. Oleh sebab itu harus ditempuh bidang lain.</p>
<p>Para sarjana masih menganggap bahwa hipotesis yang menafsirkan pengamatan tidak kurang nilainya dari hakikat yang diamati. Mereka tidak dapat mengatakan:  Kenyataan yang diamati adalah satu-satunya &#8220;ilmu&#8221; dan semua hal yang berada di luar kenyataan bukan ilmu, sebab tidak dapat diamati. Sebenarnya apa yang disebut dengan iman kepada yang ghaib oleh orang mukmin, adalah iman kepada hakikat yang tidak dapat diamati. Hal ini tidak berarti satu kepercayaan buta, tetapi justru merupakan interpretasi yang terbaik terhadap kenyataan yang tidak dapat diamati oleh para sarjana.</p>
<p><strong>2. Keberadaan Alam Membuktikan Adanya Tuhan</strong></p>
<p>Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik, tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya, suatu &#8220;Akal&#8221; yang tidak ada batasnya. Setiap manusia normal percaya bahwa dirinya &#8220;ada&#8221; dan percaya pula bahwa alam ini &#8220;ada&#8221;. Dengan dasar itu dan dengan kepercayaan inilah dijalani setiap bentuk kegiatan ilmiah dan kehidupan.</p>
<p>Jika percaya tentang eksistensi alam, maka secara logika harus percaya tentang adanya Pencipta Alam. Pernyataan yang mengatakan: &lt;&lt;Percaya adanya makhluk, tetapi menolak adanya Khaliq&gt;&gt; adalah suatu pernyataan yang tidak benar. Belum pernah diketahui adanya sesuatu yang berasal dari tidak ada tanpa diciptakan. Segala sesuatu bagaimanapun ukurannya, pasti ada penyebabnya. Oleh karena itu bagaimana akan percaya bahwa alam semesta yang demikian luasnya, ada dengan sendirinya tanpa pencipta?</p>
<p><strong>3. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Fisika</strong></p>
<p>Sampai abad ke-19 pendapat yang mengatakan bahwa alam menciptakan dirinya sendiri (alam bersifat azali) masih banyak pengikutnya. Tetapi setelah ditemukan &#8220;hukum kedua termodinamika&#8221;  (<em>Second law of Thermodynamics</em>), pernyataan ini telah kehilangan landasan berpijak.</p>
<p>Hukum tersebut yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan perubahan energi panas membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat azali. Hukum tersebut menerangkan bahwa energi panas selalu berpindah dari keadaan panas beralih menjadi tidak panas. Sedang kebalikannya tidak mungkin, yakni energi panas tidak mungkin berubah dari keadaan yang tidak panas menjadi panas. Perubahan energi panas dikendalikan oleh keseimbangan antara &#8220;energi yang ada&#8221; dengan &#8220;energi yang tidak ada&#8221;.</p>
<p>Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam terus berlangsung, serta kehidupan tetap berjalan. Hal itu membuktikan secara pasti bahwa alam bukan bersifat azali. Seandainya alam ini azali, maka sejak dulu alam sudah kehilangan energinya, sesuai dengan hukum tersebut dan tidak akan ada lagi kehidupan di alam ini. Oleh karena itu pasti ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan.</p>
<p><strong>4. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Astronomi</strong></p>
<p>Benda alam yang paling dekat dengan bumi adalah bulan, yang jaraknya dari bumi sekitar 240.000 mil, yang bergerak mengelilingi bumi dan menyelesaikan setiap edarannya selama dua puluh sembilan hari sekali. Demikian pula bumi yang terletak 93.000.000.000 mil dari matahari berputar pada porosnya dengan kecepatan seribu mil per jam dan menempuh garis edarnya sepanjang 190.000.000 mil setiap setahun sekali. Di samping bumi terdapat gugus sembilan planet tata surya, termasuk bumi, yang mengelilingi matahari dengan kecepatan luar biasa.</p>
<p>Matahari tidak berhenti pada suatu tempat tertentu, tetapi ia beredar bersama-sama dengan planet-planet dan asteroid mengelilingi garis edarnya dengan kecepatan 600.000 mil per jam. Di samping itu masih ada ribuan sistem selain &#8220;sistem tata surya&#8221; kita dan setiap sistem mempunyai kumpulan atau galaxy sendiri-sendiri. Galaxy-galaxy tersebut juga beredar pada garis edarnya. Galaxy dimana terletak sistem matahari kita, beredar pada sumbunya dan menyelesaikan edarannya sekali dalam 200.000.000 tahun cahaya.</p>
<p>Logika manusia dengan memperhatikan sistem yang luar biasa dan organisasi yang teliti, akan berkesimpulan bahwa mustahil semuanya ini terjadi dengan sendirinya, bahkan akan menyimpulkan bahwa di balik semuanya itu ada kekuatan maha besar yang membuat dan mengendalikan sistem yang luar biasa tersebut, kekuatan maha besar tersebut adalah Tuhan.</p>
<p>Metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan keserasian alam tersebut oleh Ibnu Rusyd diberi istilah &#8220;dalil ikhtira&#8221;. Di samping itu Ibnu Rusyd juga menggunakan metode lain yaitu &#8220;dalil inayah&#8221;. Dalil &#8216;inayah adalah metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan manfaat alam bagi kehidupan manusia (Zakiah Daradjat, 1996:78-80).</p>
<p><strong>Pengertian Iman</strong></p>
<p>Kebanyakan orang menyatakan bahwa kata iman berasal dari kata kerja amina-yu&#8217;manu-amanan yang berarti percaya. Oleh karena itu, iman yang berarti percaya menunjuk sikap batin yang terletak dalam hati. Akibatnya, orang yang percaya kepada Allah dan selainnya seperti yang ada dalam rukun iman, walaupun dalam sikap kesehariannya tidak mencerminkan ketaatan dan kepatuhan (taqwa) kepada yang telah dipercayainya, masih disebut orang yang beriman. Hal itu disebabkan karena adanya keyakinan mereka bahwa yang tahu tentang urusan hati manusia adalah Allah dan dengan membaca dua kalimah syahadat telah menjadi Islam.</p>
<p>Dalam surah al-Baqarah ayat 165  dikatakan bahwa orang yang beriman adalah orang yang amat sangat cinta kepada Allah (<em>asyaddu hubban lillah</em>). Oleh karena itu beriman kepada Allah berarti amat sangat rindu terhadap ajaran Allah, yaitu Al-Quran menurut Sunnah Rasul. Hal itu karena apa yang dikehendaki Allah, menjadi kehendak orang yang beriman, sehingga dapat menimbulkan tekad untuk mengorbankan segalanya dan kalau perlu mempertaruhkan nyawa.</p>
<p>Dalam hadits diriwayatkan Ibnu Majah Atthabrani, iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan, dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-Immaanu &#8216;aqdun bil qalbi waigraarun billisaani wa&#8217;amalun bil arkaan). Dengan demikian, iman merupakan kesatuan atau keselarasan antara hati, ucapan, dan laku perbuatan, serta dapat juga dikatakan sebagai pandangan dan sikap hidup atau gaya hidup.</p>
<p>Istilah iman dalam al-Qur&#8217;an selalu dirangkaikan dengan kata  lain yang memberikan corak dan warna tentang sesuatu yang diimani, seperti dalam surat an-Nisa&#8217;:51 yang dikaitkan dengan <em>jibti</em> (kebatinan/idealisme) dan <em>thaghut</em> (realita/naturalisme). Sedangkan dalam surat al-Ankabut: 52 dikaitkan dengan kata <em>bathil</em>, yaitu <em>walladziina aamanuu bil baathili</em>. <em>Bhatil</em> berarti tidak benar menurut Allah. Dalam surat lain iman dirangkaikan dengan kata <em>kaafir</em> atau dengan kata Allah. Sementara dalam al-Baqarah: 4, iman dirangkaikan dengan kata ajaran yang diturunkan Allah (<em>yu&#8217;minuuna bimaa unzila ilaika wamaa unzila min qablika</em>).</p>
<p>Kata iman yang tidak dirangkaikan dengan kata lain dalam al-Qur&#8217;an, mengandung arti positif. Dengan demikian, kata iman yang tidak dikaitkan dengan kata Allah atau dengan ajarannya, dikatakan sebagai iman <em>haq</em>.  Sedangkan yang dikaitkan dengan selainnya, disebut iman <em>bathil</em>.</p>
<p><strong>Wujud Iman</strong></p>
<p>Akidah Islam dalam al-Qur&#8217;an disebut iman. Iman bukan hanya berarti percaya, melainkan keyakinan yang mendorong seorang muslim untuk berbuat. Oleh karena itu lapangan iman sangat luas, bahkan mencakup segala sesuatu yang dilakukan seorang muslim yang disebut amal saleh.</p>
<p>Seseorang dinyatakan iman bukan hanya percaya terhadap sesuatu, melainkan kepercayaan itu mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan. Karena itu iman bukan hanya dipercayai atau diucapkan, melainkan menyatu secara utuh dalam diri seseorang yang dibuktikan dalam perbuatannya.</p>
<p>Akidah Islam adalah bagian yang paling pokok dalam agama Islam. Ia merupakan keyakinan yang menjadi dasar dari segala sesuatu tindakan atau amal. Seseorang dipandang sebagai muslim atau bukan muslim tergantung pada akidahnya. Apabila ia berakidah Islam, maka segala sesuatu yang dilakukannya akan bernilai sebagai amaliah seorang muslim atau amal saleh. Apabila tidak beraqidah, maka segala amalnya tidak memiliki arti apa-apa, kendatipun perbuatan yang dilakukan bernilai dalam pendengaran manusia.</p>
<p>Akidah Islam atau iman mengikat seorang muslim, sehingga ia terikat dengan segala aturan hukum yang datang dari Islam. Oleh karena itu menjadi seorang muslim berarti meyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam. Seluruh hidupnya didasarkan pada ajaran Islam.</p>
<p><strong>Proses Terbentuknya Iman</strong></p>
<p>Spermatozoa dan ovum yang diproduksi dan dipertemukan atas dasar ketentuan yang digariskan ajaran Allah, merupakan benih yang baik. Allah menginginkan agar makanan yang dimakan berasal dari rezeki yang <em>halalanthayyiban</em>. Pandangan dan sikap hidup seorang ibu yang sedang hamil mempengaruhi psikis yang dikandungnya. Ibu yang mengandung tidak lepas dari pengaruh suami, maka secara tidak langsung pandangan dan sikap hidup suami juga berpengaruh secara psikologis terhadap bayi yang sedang dikandung. Oleh karena jika seseorang menginginkan anaknya kelak menjadi mukmin yang <em>muttaqin</em>, maka isteri hendaknya berpandangan dan bersikap sesuai dengan yang dikehendaki Allah.</p>
<p>Benih iman yang dibawa sejak dalam kandungan memerlukan pemupukan yang berkesinambungan. Benih yang unggul apabila tidak disertai pemeliharaan yang intensif, besar kemungkinan menjadi punah. Demikian pula halnya dengan benih iman. Berbagai pengaruh terhadap seseorang akan mengarahkan iman/kepribadian seseorang, baik yang datang dari lingkungan keluarga, masyarakat, pendidikan, maupun lingkungan termasuk benda-benda mati seperti cuaca, tanah, air, dan lingkungan flora serta fauna.</p>
<p>Pengaruh pendidikan keluarga secara langsung maupun tidak langsung, baik yang disengaja maupun tidak disengaja amat berpengaruh terhadap iman seseorang. Tingkah laku orang tua dalam rumah tangga senantiasa merupakan contoh dan teladan bagi anak-anak. Tingkah laku yang baik maupun yang buruk akan ditiru anak-anaknya. Jangan diharapkan anak berperilaku baik, apabila orang tuanya selalu melakukan perbuatan yang tercela. Dalam hal ini Nabi SAW bersabda, &#8220;Setiap anak, lahir membawa fitrah. Orang tuanya yang berperan menjadikan anak tersebut menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi&#8221;.</p>
<p>Pada dasarnya, proses pembentukan iman juga demikian. Diawali dengan proses perkenalan, kemudian meningkat menjadi senang atau benci. Mengenal ajaran Allah adalah langkah awal dalam mencapai iman kepada Allah. Jika seseorang tidak mengenal ajaran Allah, maka orang tersebut tidak mungkin beriman kepada Allah.</p>
<p>Seseorang yang menghendaki anaknya menjadi mukmin kepada Allah, maka ajaran Allah harus diperkenalkan sedini mungkin sesuai dengan kemampuan anak itu dari tingkat verbal sampai tingkat pemahaman. Bagaimana seorang anak menjadi mukmin, jika kepada mereka tidak diperkenalkan al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Di samping proses pengenalan, proses pembiasaan juga perlu diperhatikan, karena tanpa pembiasaan, seseorang bisa saja semula benci berubah menjadi senang. Seorang anak harus dibiasakan untuk melaksanakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi hal-hal yang dilarang-Nya, agar kelak setelah dewasa menjadi senang dan terampil dalam melaksanakan ajaran-ajaran Allah.</p>
<p>Berbuat sesuatu secara fisik adalah satu bentuk tingkah laku yang mudah dilihat dan diukur. Tetapi tingkah laku tidak terdiri atas perbuatan yang tampak saja. Di dalamnya tercakup juga sikap-sikap mental yang tidak selalu mudah ditanggapi kecuali secara fisik langsung (misalnya, melalui ucapan atau perbuatan yang diduga dapat menggambarkan sikap mental tersebut), bahkan secara tidak langsung itu adakalanya cukup sulit menarik kesimpulan yang teliti. Di dalam tulisan ini dipergunakan istilah tingkah laku dalam arti luas dan dikaitkan dengan nilai-nilai hidup, yakni seperangkat nilai yang diterima oleh manusia sebagai nilai yang penting dalam kehidupan, yaitu iman. Yang dituju adalah tingkah laku yang merupakan perwujudan nilai-nilai hidup tertentu, yang disebut <em>tingkah laku terpola</em>.</p>
<p>Dalam keadaan tertentu, sifat, arah, dan intensitas tingkah laku dapat dipengaruhi melalui campur tangan secara langsung, yakni dalam bentuk intervensi terhadap interaksi yang terjadi. Dalam hal ini dijelaskan beberap prinsip dengan mengemukakan implikasi metodologinya, yaitu:</p>
<p><strong>1. Prinsip pembinaan berkesinambungan</strong></p>
<p>Proses pembentukan iman adalah suatu proses yang penting, terus menerus, dan tidak berkesudahan. Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan orang semakin lama semakin mampu bersikap selektif. Implikasinya ialah diperlukan motivasi sejak kecil dan berlangsung seumur hidup. Oleh karena itu penting mengarahkan proses motivasi agar membuat tingkah laku lebih terarah dan selektif menghadapi nilai-nilai hidup yang patut diterima atau yang seharusnya ditolak.</p>
<p><strong>2. Prinsip internalisasi dan individuasi</strong></p>
<p>Suatu nilai hidup antara lain iman dapat lebih mantap terjelma dalam bentuk tingkah laku tertentu, apabila anak didik diberi kesempatan untuk menghayatinya melalui suatu peristiwa <em>internalisasi</em> (yakni usaha menerima nilai sebagai bagian dari sikap mentalnya) dan <em>individuasi</em> (yakni menempatkan nilai serasi dengan sifat kepribadiannya). Melalui pengalaman penghayatan pribadi, ia bergerak menuju satu penjelmaan dan perwujudan nilai dalam diri manusia secara lebih wajar dan &#8220;amaliah&#8221;, dibandingkan bilamana nilai itu langsung diperkenalkan dalam bentuk &#8220;utuh&#8221;, yakni bilamana nilai tersebut langsung ditanamkan kepada anak didik sebagai suatu produk akhir semata-mata. Prinsip ini menekankan pentingnya mempelajari iman sebagai proses (internalisasi dan individuasi). Implikasi metodologinya ialah bahwa pendekatan untuk membentuk tingkah laku yang mewujudkan nilai-nilai iman tidak dapat hanya mengutamakan nilai-nilai itu dalam bentuk jadi, tetapi juga harus mementingkan proses dan cara pengenalan nilai hidup tersebut. Dari sudut anak didik, hal ini bahwa seyogianya anak didik mendapat kesempatan sebaik-baiknya mengalami proses tersebut sebagai peristiwa pengalaman pribadi, agar melalui pengalaman-pengalaman itu terjadi kristalisasi nilai iman.</p>
<p><strong>3. Prinsip sosialisasi</strong></p>
<p>Pada umumnya nilai-nilai hidup bru benar-benar mempunyai arti apabila telah memperoleh dimensi sosial. Oleh karena itu suatu bentuk tingkah laku terpola baru teruji secara tuntas bilamana sudah diterima secara sosial. Implikasi metodologinya ialah bahwa usaha pembentukan tingkah laku mewujudkan nilai iman hendaknya tidak diukur keberhasilannya terbatas pada tingkat individual (yaitu hanya dengan memperhatikan kemampuan seseorang dalam kedudukannya sebagai individu), tetapi perlu mengutamakan penilaian dalam kaitan kehidupan interaksi sosial (proses sosialisasi) orang tersebut. Pada tingkat akhir harus terjadi proses sosialisasi tingkah laku, sebagai kelengkapan proses individuasi, karena nilai iman yang diwujudkan ke dalam tingkah laku selalu mempunyai dimensi sosial.</p>
<p><strong>4</strong>.<strong> Prinsip konsistensi dan koherensi</strong></p>
<p>Nilai iman lebih mudah tumbuh terakselerasi, apabila sejak semula ditangani secara konsisten, yaitu secara tetap dan konsekuen, serta secara koheren, yaitu tanpa mengandung pertentangan antara nilai yang satu dengan nilai lainnya. Implikasi metodologinya adalah bahwa usaha yang dikembangkan untuk mempercepat tumbuhnya tingkah laku yang mewujudkan nilai iman hendaknya selalu konsisten dan koheren. Alasannya, caranya dan konsekuensinya dapat dihayati dalam sifat dan bentuk yang jelas dan terpola serta tidak berubah-ubah tanpa arah. Pendekatan demikian berarti bahwa setiap langkah yang terdahulu akan mendukung serta memperkuat langkah-langkah berikutnya. Apabila pendekatan yang konsisten dan koheren sudah tampat, maka dapat diharapkan bahwa proses pembentukan tingkah laku dapat berlangsung lebih lancar dan lebih cepat, karena kerangka pola tingkah laku sudah tercipta.</p>
<p><strong>5. Prinsip integrasi</strong></p>
<p>Hakikat kehidupan sebagai totalitas, senantiasa menghadapkan setiap orang pada problematika kehidupan yang menuntut pendekatan yang luas dan menyeluruh. Jarang sekali fenomena kehidupan yang berdiri sendiri. Begitu pula dengan setiap bentuk nilai hidup yang berdimensi sosial. Oleh karena itu tingkah laku yang dihubungkan dengan nilai iman tidak dapat dibentuk terpisah-pisah. Makin integral pendekatan seseorang terhadap kehidupan, makin fungsional pula hubungan setiap bentuk tingkah laku yang berhubungan dengan nilai iman yang dipelajari. Implikasi metodologinya ialah agar nilai iman hendaknya dapat dipelajari seseorang tidak sebagai ilmu dan keterampilan tingkah laku yang terpisah-pisah, tetapi melalui pendekatan yang integratif, dalam kaitan problematik kehidupan yang nyata.</p>
<p><strong>Tanda-tanda Orang Beriman</strong></p>
<p>Al-Qur&#8217;an menjelaskan tanda-tanda orang yang beriman sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Jika disebut nama Allah, maka hatinya bergetar dan berusaha agar ilmu Allah tidak lepas dari syaraf memorinya, serta jika dibacakan ayat al-Qur&#8217;an, maka bergejolak hatinya untuk segera melaksanakannya (<em>al-Anfal</em>: 2). Dia akan memahami ayat yang tidak dia pahami.</li>
<li>Senantiasa tawakal, yaitu bekerja keras berdasarkan kerangka ilmu Allah, diiringi dengan doa, yaitu harapan untuk tetap hidup dengan ajaran Allah menurut Sunnah Rasul (<em>Ali Imran</em>: 120, <em>al-Maidah</em>: 12, <em>al-Anfal</em>: 2, <em>at-Taubah</em>: 52, <em>Ibrahim</em>: 11, <em>Mujadalah</em>: 10, dan <em>at-Taghabun</em>:13).</li>
<li>Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya (<em>al-Anfal</em>: 3 dan <em>al-Mu&#8217;minun</em>: 2, 7). Bagaimanapun sibuknya, kalau sudah masuk waktu shalat, dia segera shalat untuk membina kualitas imannya.</li>
<li>Menafkahkan rezki yang diterimanya (al-Anfal: 3 dan al-Mukminun:4). Hal ini dilakukan sebagai suatu kesadaran bahwa harta yang dinafkahkan di jalan Allah merupakan upaya pemerataan ekonomi, agar tidak terjadi ketimpangan antara yang kaya dengan yang miskin.</li>
<li>Menghindari perkataan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan (<em>al-Mukminun</em>: 3,5). Perkataan yang bermanfaat atau yang baik adalah yang berstandar ilmu Allah, yaitu al-Qur&#8217;an menurut Sunnah Rasulullah.</li>
<li>Memelihara amanah dan menepati janji (<em>al-Mukminun</em>: 6). Seorang mu&#8217;min tidak akan berkhianat dan dia akan selalu memegang amanah dan menepati janji.</li>
<li>Berjihad di jalan Allah dan suka menolong (al-Anfal:74). Berjihad di jalan Allah adalah bersungguh-sungguh dalam menegakkan ajaran Allah, baik dengan harta benda yang dimiliki maupun dengan nyawa.</li>
<li>Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin (an-Nur: 62). Sikap seperti itu merupakan salah satu sikap hidup seorang mukmin, orang yang berpandangan dengan ajaran Allah menurut Sunnah Rasul.</li>
</ol>
<p>Akidah Islam sebagai keyakinan membentuk perilaku bahkan mempengaruhi kehidupan seorang muslim. Abu A&#8217;la Maudadi menyebutkan tanda orang beriman sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Menjauhkan diri dari pandangan yang sempit dan picik.</li>
<li>Mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri dan tahu harga diri</li>
<li>Mempunyai sifat rendah hati dan khidmat</li>
<li>Senantiasa jujur dan adil</li>
<li>Tidak bersifat murung dan putus asa dalam menghadapi setiap persoalan dan situasi</li>
<li>Mempunyai pendirian teguh, kesabaran, ketabahan, dan optimisme.</li>
<li>Mempunyai sifat ksatria, semangat dan berani, tidak gentar menghadapi resiko, bahkan tidak takut kepada maut.</li>
<li>Mempunyai sikap hidup damai dan ridha.</li>
<li>Patuh, taat, dan disiplin menjalankan peraturan Ilahi.</li>
</ol>
<p><strong>Korelasi Keimanan dan Ketakwaan</strong></p>
<p>Keimanan pada keesaan Allah yang dikenal dengan istilah tauhid dibagi menjadi dua, yaitu <em>tauhid teoritis</em> dan <em>tauhid praktis</em>. Tauhid teoritis adalah tauhid yang membahas tentang keesaan Zat, keesaan Sifat, dan keesaaan Perbuatan Tuhan. Pembahasan keesaan Zat, Sifat, dan Perbuatan Tuhan berkaitan dengan kepercayaan, pengetahuan, persepsi, dan pemikiran atau konsep tentang Tuhan. Konsekuensi logis tauhid teoritis adalah pengakuan yang ikhlas bahwa Allah adalah satu-satunya Wujud Mutlak, yang menjadi sumber semua wujud.</p>
<p>Adapun tauhid praktis yang disebut juga tauhid ibadah, berhubungan dengan amal ibadah manusia. Tauhid praktis merupakan terapan dari tauhid teoritis. Kalimat Laa ilaaha illallah (Tidak ada Tuhan selain Allah) lebih menekankan pengertian tauhid praktis (tauhid ibadah). Tauhid ibadah adalah ketaatan hanya kepada Allah. Dengan kata lain, tidak ada yang disembah selain Allah, atau yang berhak disembah hanyalah Allah semata dan menjadikan-Nya tempat tumpuan hati dan tujuan segala gerak dan langkah.</p>
<p>Selama ini pemahaman tentang tauhid hanyalah dalam pengertian beriman kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Mempercayai saja keesaan Zat, Sifat, dan Perbuatan Tuhan, tanpa mengucapkan dengan lisan serta tanpa mengamalkan dengan perbuatan, tidak dapat dikatakan seorang yang sudah bertauhid secara sempurna. Dalam pandangan Islam, yang dimaksud dengan tauhid yang sempurna adalah tauhid yang tercermin dalam ibadah dan dalam perbuatan praktis kehidupan manusia sehari-hari. Dengan kata lain, harus ada kesatuan dan keharmonisan tauhid teoritis dan tauhid praktis dalam diri dan dalam kehidupan sehari-hari secara murni dan konsekuen.</p>
<p>Dalam menegakkan tauhid, seseorang harus menyatukan iman dan amal, konsep dan pelaksanaan, fikiran dan perbuatan, serta teks dan konteks. Dengan demikian bertauhid adalah mengesakan Tuhan dalam pengertian yakin dan percaya kepada Allah melalui pikiran, membenarkan dalam hati, mengucapkan dengan lisan, dan mengamalkan dengan perbuatan. Oleh karena itu seseorang baru dinyatakan beriman dan bertakwa, apabila sudah mengucapkan kalimat tauhid dalam syahadat<em> asyhadu allaa ilaaha illa Alah</em>, (Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah), kemudian diikuti dengan mengamalkan semua perintah Allah dan meninggalkan segala larangan-Nya.</p>
<p><strong>Problematika, Tantangan, dan Resiko dalam Kehidupan Modern</strong></p>
<p>Di antara problematika dalam kehidupan modern adalah masalah sosial-budaya yang sudah <em>established</em>, sehingga sulit sekali memperbaikinya.</p>
<p>Berbicara tentang masalah sosial budaya berarti berbicara tentang masalah alam pikiran dan realitas hidup masyarakat. Alam pikiran bangsa Indonesia adalah majemuk (pluralistik), sehingga pergaulan hidupnya selalu dipenuhi oleh konflik baik sesama orang Islam maupun orang Islam dengan non-Islam.</p>
<p>Pada millenium ketiga, bangsa Indonesia dideskripsikan sebagai masyarakat yang antara satu dengan lainnya saling bermusuhan. Hal itu digambarkan oleh Ali Imran: 103, sebagai kehidupan yang terlibat dalam wujud saling bermusuhan (<em>idz kuntum a&#8217;daa&#8217;an</em>), yaitu suatu wujud kehidupan yang berada pada ancaman kehancuran.</p>
<p>Adopsi modernisme (<em>werternisme</em>), kendatipun  tidak secara total, yang dilakukan bangsa Indonesia selama ini, telah menempatkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang semi naturalis. Di sisi lain, diadopsinya idealisme juga telah menjadikan bangsa Indonesia menjadi pengkhayal. Adanya tarik menarik antara kekuatan idealisme dan naturalisme menjadikan bangsa Indonesia bersikap tidak menentu. Oleh karena itu, kehidupannya selalu terombang-ambing oleh isme-isme tersebut.</p>
<p>Secara ekonomi bangsa Indonesia semakin tambah terpuruk. Hal ini karena diadopsinya sistem kapitalisme dan melahirkan korupsi besar-besaran. Sedangkan di bidang politik, selalu muncul konflik di antara partai dan semakin jauhnya anggota parlemen dengan nilai-nilai qur&#8217;ani, karena pragmatis dan oportunis.</p>
<p>Di bidang sosial banyak muncul masalah. Berbagai tindakan kriminal sering terjadi dan pelanggaran terhadap norma-norma bisa dilakukan oleh anggota masyarakat. Lebih memprihatinkan lagi adalah tindakan penyalahgunaan NARKOBA oleh anak-anak sekolah, mahasiswa, serta masyarakat. Di samping itu masih terdapat bermacam-macam masalah yang dihadapi bangsa Indonesia dalam kehidupan modern.</p>
<p>Persoalan itu muncul, karena wawasan ilmunya salah, sedang ilmu merupakan roh yang menggerakkan dan mewarnai budaya. Hal itu menjadi tantangan yang amat berat dan dapat menimbulkan tekanan kejiwaan, karena kalau masuk dalam kehidupan seperti itu, maka akan melahirkan risiko yang besar.</p>
<p>Untuk membebaskan bangsa Indonesia dari berbagai persoalan di atas, perlu diadakan revolusi pandangan. Dalam kaitan ini, iman dan taqwa yang dapat berperan menyelesaikan problema dan tantangan kehidupan modern tersebut.</p>
<p><strong>Peran Iman dan Takwa dalam Menjawa Problema dan Tantangan Kehidupan Modern</strong></p>
<p>Pengaruh iman terhadap kehidupan manusia sangat besar. Berikut ini dikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia.</p>
<p>1. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasaan benda</p>
<p>Orang yang beriman hanya percaya pada kekuatan dan kekuasaan Allah. Kalau Allah hendak memberikan pertolongan, maka tidak ada satu kekuatanpun yang dapat mencegahnya. Sebaliknya, jika Allah hendak menimpakan bencana, maka tidak ada satu kekuatanpun yang sanggup menahan dan mencegahnya. Kepercayaan dan keyakinan demikian menghilangkan sifat mendewa-dewakan manusia yang kebetulan sedang memegang kekuasaan, menghilangkan kepercayaan pada kesaktian benda-benda kramat, mengikis kepercayaan pada khurat, takhyul, jampi-jampi dan sebagainya. Pegangan orang yang beriman adalah firman Allah surat<em> al-Fatihah</em> ayat 1-7 .</p>
<p>2. Iman menanamkan semangat <span style="text-decoration:underline;">berani menghadapi maut</span></p>
<p>Takut menghadapi maut menyebabkan manusia menjadi pengecut. Banyak di antara manusia yang tidak berani mengemukakan kebenaran, karena takut menghadapi resiko. Orang yang beriman yakin sepenuhnya bahwa kematian di tangan Allah. Pegangan orang beriman mengenai soal hidup dan mati adalah firman Allah dalam QS 4 (<em>al-Nisa&#8217;</em>):78:</p>
<p>&#8220;<em>Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh</em>&#8220;</p>
<p>3. Iman menanamkan sikap &#8220;self help&#8221; dalam kehidupan .</p>
<p>Rezeki atau mata pencaharian memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Banyak orang yang melepaskan pendiriannya, karena kepentingan penghidupannya. Kadang-kadang manusia tidak segan-segan melepaskan prinsip, menjual kehormatan, bermuka dua, menjilat, dan memperbudak diri, karena kepentingan materi. Pegangan orang beriman dalam hal ini ialah firman Allah dalam QS 11 (<em>Hud</em>):6:</p>
<p>&#8220;<em>Dan tidak ada satu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata. (lauh mahfud)</em>&#8220;.</p>
<p>4. Iman memberikan katentraman jiwa</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(<em>to be continued&#8230;.</em> Sumber: Diktat Kuliah Agama)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agungsukses.wordpress.com/28/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agungsukses.wordpress.com/28/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=28&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/24/konsep-ketuhanan-dalam-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>66</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sejarah Mahawarman</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/17/sejarah/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/17/sejarah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2008 02:31:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[YON I-ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Tanggal 13 Juni 1959 sesuai dengan keputusan Pangdam VI/SLW No. 40/2/5/1959 Kolonel Kosasih, dibentuklah Wajib Latih (WALA) Mahasiswa dalam rangka menghadapi kericuhan di Jawa Barat, terutama yang ditimbulkan oleh DI/TII Kartosuwiryo. WALA Mahasiswa angkatan 1959 ini adalah Resimen Mahasiswa pertama di Indonesia, sebagai Komandan pertama adalah Kapten Ojik Soeroto. Sebagai kelanjutannya, dari tanggal 13 Juni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=24&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tanggal 13 Juni 1959 sesuai dengan keputusan Pangdam VI/SLW No. 40/2/5/1959 Kolonel Kosasih, dibentuklah Wajib Latih (WALA) Mahasiswa dalam rangka menghadapi kericuhan di Jawa Barat, terutama yang ditimbulkan oleh DI/TII Kartosuwiryo. WALA Mahasiswa angkatan 1959 ini adalah Resimen Mahasiswa pertama di Indonesia, sebagai Komandan pertama adalah Kapten Ojik Soeroto.</p>
<p>Sebagai kelanjutannya, dari tanggal 13 Juni sampai 14 September 1959 diadakan latihan yang pertama di Kota Bandung yang menghasilkan satu Batalyon Mahasiswa dengan kekuatan 6 kompi terdiri atas 4 kompi mahasiswa ITB, 2 kompi gabungan Universitas &amp; Akademi swasta.</p>
<p>Tanggal 19 Desember 1961, sejalan dengan Perjuangan Pembebasan Irian Barat, TRIKORA, keluarlah Instruksi Menteri PTIP No. 1 tahun 1962 tanggal 15 Januari 1962 untuk membentuk Corps sukarelawan di lingkungan Perguruan Tinggi dan Penguasa, Perang Daerah No. KPTS 04/7/1/PPD/62 tanggal 10 Juni 1962, maka terbentuklah &#8220;Resimen Mahasiswa Serba Guna&#8221;.</p>
<p>Tanggal 24 Januari 1963 terbentuk Batalyon Inti yang memiliki kualifikasi &#8220;Perlawanan Rakyat&#8221; sesuai dengan keputusan bersama Menko Hankam, Kasab &amp; Menteri PTIP No.M/A/20/63.</p>
<p>Tanggal 21 April 1964 untuk mewujudkan Pembentukan Resimen Mahasiswa di tiap Kodam, maka Batalyon Inti digabung dalam satu wadah Resimen Mahasiswa yang disebut Resimen Mahawarman.</p>
<p>Tanggal 12 Juni 1964 Jendral A.H Nasution selaku Menko Hankam/Kasab mengesahkan Dhuaja Resimen Mahasiswa Jawa Barat. Tanggal 13 Juni 1964 pada upacara parade/defile di Lapangan Diponegoro, Dhuaja ini diserahkan kepada Komandan Resimen Mahawarman Kapten Ojik Soeroto oleh Jenderal A.H Nasution yang didampingi Menteri PTIP Prof.Ir. Tojib Hadiwidjaja dan Pangdam VI/Siliwangi Kolonel Ibrahim Adjie.</p>
<p>Pada kesempatan ini Menteri PTIP menganugerahkan nama Resimen Mahawarman bagi Resimen Mahasiswa di Jawa Barat yang berarti &#8220;Perisai yang Agung&#8221;. Dengan Motto &#8220;Widya Castrena Dharma Siddha&#8221; yang berarti &#8220;Penyempurnaan Pengabdian dengan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu Keprajuritan</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agungsukses.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agungsukses.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=24&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/17/sejarah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bela Negara</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/07/bela-negara/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/07/bela-negara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Jul 2008 02:57:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[YON I-ITB]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Bangunlah seluruh bangsa Indonesia Hadapi tantangan dan cobaan Raihlah cita-cita yang mulia Indonesia makmur dan sentosa Walau berbagai suku dan agama Ragam budaya serta golongan Satu untuk semua, semua untuk satu Jayalah Indonesiaku tercinta Persatuan dan Kesatuan Negara Republik Indonesia Undang-undang Dasar 45 Pancasila Dasar Negara Seluruh Rakyat Wajib Bela Negara Songsong hari esok makmur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=23&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bangunlah seluruh bangsa Indonesia</p>
<p>Hadapi tantangan dan cobaan</p>
<p>Raihlah cita-cita yang mulia</p>
<p>Indonesia makmur dan sentosa</p>
<p>Walau berbagai suku dan agama</p>
<p>Ragam budaya serta golongan</p>
<p>Satu untuk semua, semua untuk satu</p>
<p>Jayalah Indonesiaku tercinta</p>
<p>Persatuan dan Kesatuan</p>
<p>Negara Republik Indonesia</p>
<p>Undang-undang Dasar 45</p>
<p>Pancasila Dasar Negara</p>
<p>Seluruh Rakyat Wajib Bela Negara</p>
<p>Songsong hari esok makmur sejahtera</p>
<p>Seluruh rakyat wajib bela negara</p>
<p>Songsong hari esok makmur sejahtera</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agungsukses.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agungsukses.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=23&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2008/07/07/bela-negara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teks Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yg Asli (versi 3 stanza)</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2008/03/21/teks-lagu-kebangsaan-indonesia-raya-yg-asli-versi-3-stanza/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2008/03/21/teks-lagu-kebangsaan-indonesia-raya-yg-asli-versi-3-stanza/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2008 15:38:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasionalisme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/2008/03/21/teks-lagu-kebangsaan-indonesia-raya-yg-asli-versi-3-stanza/</guid>
		<description><![CDATA[(I) Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku Di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah airku Marilah kita berseru Indonesia bersatu Hiduplah tanahku hiduplah negriku Bangsaku rakyatku semuanya Bangunlah jiwanya bangunlah badannya Untuk Indonesia Raya Indonesia Raya merdeka merdeka Tanahku negriku yang kucinta Indonesia Raya merdeka merdeka Hiduplah Indonesia Raya (II) [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=19&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-weight:bold;">(I)<br />
Indonesia tanah airku tanah tumpah darahku<br />
Di sanalah aku berdiri jadi pandu ibuku<br />
Indonesia kebangsaanku bangsa dan tanah airku<br />
Marilah kita berseru Indonesia bersatu</p>
<p>Hiduplah tanahku hiduplah negriku<br />
Bangsaku rakyatku semuanya<br />
Bangunlah jiwanya bangunlah badannya<br />
Untuk Indonesia Raya</p>
<p>Indonesia Raya merdeka merdeka<br />
Tanahku negriku yang kucinta<br />
Indonesia Raya merdeka merdeka<br />
Hiduplah Indonesia Raya</p>
<p>(II)<br />
Indonesia tanah yang mulia, tanah kita yang kaya<br />
Di sanalah aku berada, untuk s’lama lamanya<br />
Indonesia tanah pusaka, p’saka kita semuanya<br />
Marilah kita mendo’a, Indonesia bahagia</p>
<p>Suburlah tanahnya, suburlah jiwanya<br />
Bangsanya, Rakyatnya semuanya<br />
Sadarlah hatinya, sadarlah budinya<br />
Untuk Indonesia Raya</p>
<p>(III)<br />
Indonesia tanah yang suci, tanah kita yang sakti<br />
Di sanalah aku berdiri, ‘njaga ibu sejati<br />
Indonesia tanah berseri, tanah yang aku sayangi<br />
Marilah kita berjanji, Indonesia abadi</p>
<p>S’lamatlah rakyatnya, s’lamatlah putranya<br />
Pulaunya, lautnya semuanya<br />
Majulah negrinya, majulah pandunya<br />
Untuk Indonesia Raya</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agungsukses.wordpress.com/19/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agungsukses.wordpress.com/19/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=19&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2008/03/21/teks-lagu-kebangsaan-indonesia-raya-yg-asli-versi-3-stanza/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Kebiasaa, Karakter, Disiplin</title>
		<link>http://agungsukses.wordpress.com/2008/03/16/kebiasaan-karakter-disiplin/</link>
		<comments>http://agungsukses.wordpress.com/2008/03/16/kebiasaan-karakter-disiplin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 09:24:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>agungsukses</dc:creator>
				<category><![CDATA[Petuah Tokoh-Tokoh Besar Dunia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://agungsukses.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[1. Many of the things we do each day, we do by habit. Success in life takes effort but it is not difficult and complicated. It is just a matter of knowing what you want, determining how to get it, and making habit of doing those things that you need to do. (Ralph Marstone) 2. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=14&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1. Many of the things we do each day, we do by habit. Success in life takes effort but it is not difficult and complicated. It is just a matter of knowing what you want, determining how to get it, and making habit of doing those things that you need to do. (<em>Ralph Marstone</em>)<em></em></p>
<p>2. We are what we repeatedly do. Excellence, therefore, is not an act but a habit. (<em>Aristotle</em>)</p>
<p>3. Ninety-nine percent of the failures come from people who have the habit of making excuses. (<em>George Washington Carver</em>)</p>
<p>4. Excellence is the gradual result of always striving to do better. (<em>Pat Riley</em>)</p>
<p>5. We must never be too busy to take time to sharpen the saw. (<em>Stephen R. Covey</em>)</p>
<p>6. If we keep doing what we&#8217;re doing, we&#8217;re going to keep getting what we&#8217;re getting. (<em>Stephen R. Covey</em>)</p>
<p>7. Experience is not what happens to a man; it is what a man does with what happens to him. (<em>Aldous Huxley</em>)</p>
<p>8. You are overcome by the fact because you think you are. (<em>Norman Vincent Peale</em>)</p>
<p>9. Do something every day that you don&#8217;t want to do. This is the golden rule for acquiring the habit of doing your duty without pain. (<em>Mark Twain</em>)</p>
<p>10. Perfection consists not in doing extraordinary things, but in doing ordinary things extra ordinarily well. (<em>Angelique Arnauld</em>)</p>
<p>11. Habit is either the best servants or the worst of masters. (<em>Nathaniel Emmons</em>)</p>
<p>12. To get what you want, STOP doing what isn&#8217;t working. (<em>Dennis Weaver</em>)</p>
<p>13. The only man who never make mistakes is the man who never does anything. (<em>Theodore Roosevelt</em>)</p>
<p>14. Failures are divided into two classes-those who thought and never did, and those who did and never thought. (<em>John Charles Salak</em>)</p>
<p>15. All things are difficult before they are easy. (<em>John Norley</em>)</p>
<p>16. Poverty is not the root cause of crime. (<em>Rush Limbaugh</em>)</p>
<p>17. All good things are difficult to achieve; and bad things are very easy to get. (<em>Morarji Desai</em>)</p>
<p>18. Men take only their needs into consideration, never their abilities. (<em>Napoleon Bonaparte</em>)</p>
<p>19. Winning is not a sometime thing. You don&#8217;t win once in a while, you don&#8217;t do things right once in a while, you do them right all the time. Winning is a habit. Unfortunately, so is losing. (<em>Mrs. Hubbard Davis</em>)</p>
<p>20. The majority of man meet with failure because of their lack of persistence in creating new plans to take the place of those which fail. (<em>Napoleon Hill</em>)</p>
<p>21. Be Proactive. 2) Begin with the end in mind. 3) Put first things first. 4) Think win win. 5) Seek first to understand&#8230; then to be understood. 6) Synergize. 7) Sharpen the saw. (<em>Stephen R. Covey</em>)</p>
<p>22. I believe that anyone can conquer fear by doing the things he fears to do, provided he keeps doing them he gets a record of successful experinces behind him. (<em>Eleanor Roosevelt</em>)</p>
<p>23. Those who think they have no time for bodily exercise will sooner or later have to find time for illness. (<em>Edward Stanley </em>1826 &#8211; 1893, <em>The Conduct of Life</em>)</p>
<p>24. When you have a number of disagreeable duties to perform, always do the most disagreeable first. (<em>Josiah Quincy</em>)</p>
<p>25. If you create an act, you create a habit. If you create a habit, you create a character. If you create a character, you create a destiny. (<em>Andre Maurois</em>)</p>
<p>26. Luck is what happens when preparation meets opportunity. (<em>Lucius Annaeus Seneca</em>)</p>
<p>27. The unfortunate thing about this world is that good habits are so much easier to give up than bad ones. (<em>William Somerset Maugham</em>)</p>
<p>(to be continued&#8230;)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/agungsukses.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/agungsukses.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/agungsukses.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/agungsukses.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/agungsukses.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/agungsukses.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/agungsukses.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/agungsukses.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/agungsukses.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/agungsukses.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/agungsukses.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/agungsukses.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/agungsukses.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/agungsukses.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/agungsukses.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/agungsukses.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=agungsukses.wordpress.com&amp;blog=3088439&amp;post=14&amp;subd=agungsukses&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://agungsukses.wordpress.com/2008/03/16/kebiasaan-karakter-disiplin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/644f8b7c3fa61d691e906d49dc0aed2f?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">agungsukses</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
