Agung’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Menjadi bos bagi diri sendiri

Sudah seperti kebanyakan mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi: melamar pekerjaan. Namun saat itu saya tidak melakukannya. Setelah baru saja lulus, sempat ditawari bekerja di salah satu perusahaan oil & gas asing. Saat itu saya belum tertarik, maklum masih suasana hati ingin terus melanjutkan studi sampai setinggi-tungginya. Maka, tawaran kerja di oil & gas dipending dahulu.
Dari situ disibukkan dengan berbagai hal persiapan kuliah ke luar negeri. Syarat yang sudah tidak asing lagi: penguasaan bahasa asing seperti bhs.inggris yang terlihat dari skor toefl yang tinggi menjadi target utama. Selain memang saya belajar juga bahasa perancis dan mandarin walaupun hanya basic.
Gayung bersambut, singkat cerita saya bertemu guru bahasa inggris yang unik. Mengajar tidak dgn cara yang biasa. Ya saya ikut2 saja. Alhasil, saya bisa bicara bhs.inggris layaknya seorang bule! (Jika tidak percaya, coba saja telp saya: 08568884352). Aneh bin ajaib, namun saya bersyukur akan hal itu. Merasa kurang, saya pun belajar bahasa lain, perancis dan mandarin (basic).
Merasa cukup, saya tes toefl. Hasilnya lumayan. Tiba saatnya saya apply. Namun, di luar dugaan, kondisi ekonomi keluarga kurang baik. Saya terpaksa menahan keinginan dulu untuk kuliah ke luar negeri. Saya harus membantu keluarga saya. Waktu itu sudah hampir setahun dari semenjak lulus kuliah saya belajar bahasa.
Tawaran dari perusahaan minyak sudah tidak ada, karena mereka sudah mendapatkan penggantinya.
Lalu selanjutnya saya dapati bahwa mendapatkan lowongan kerja di perusahaan minyak ternyata tidak mudah. Sempat menyesal mengapa dulu tidak ambil tawaran kerja tsb. Tapi yasudahlah.
Akhirnya saya apply kerja dimana saja, termasuk yang tidak sesuai dgn background, yaitu perbankan. Saya pilih mandiri. Karena katanya merupakan bank terbesar di indonesia. Sambil magang di tempat dosen pembimbing saya kala itu (Bpk.Dr. Muslim Muin), saya sempatkan mengikuti berbagai tes perusahaan. Tes tercepat ternyata dari bank mandiri. Tanpa diduga saya lolos sampai tahap akhir (padahal tidak ada persiapan sama sekali). Walau sebenarnya saya berharap dapat panggilan kerja yang sesuai bidang saya.
Namun saya jalani saja kerja di mandiri, karena saya sudah menjalani tesnya. Penawaran dari saipem datang belakangan ketika saya sudah 2 bulan bekerja di mandiri.
Sekarang, saya merasa hampa. Memang saya bersyukur. Karena tidak semua orang dapat bekerja di bank mandiri, bank yang katanya terbesar di indonesia. Tapi di sisi lain, saya ingin bekerja di bidang yang sama dengan pendidikan saya sebelumnya. Ditambah hal aneh yang terjadi di mandiri. Hmm. Sekarang mencoba fokus terhadap apa yang saya kerjakan. Seorang anonim dari jepang berkata “jika ada sesuatu yang harus dikerjakan, maka hal itu layak dikerjakan sebaik-baiknya”. Kutipan yang baik dan akan saya coba terapkan dalam kehidupan.

Hikmah: berhati-hati terhadap kesempatan yang datang, karena mungkin tidak akan datang untuk kedua kali dlm waktu dekat. Jalani yang ada saat ini dengan usaha yang terbaik sambil tetap bersyukur.

Catatan: ditulis dgn software wordpress utk blackberry.

Oktober 1, 2013 - Posted by | Renungan |

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: