Agung’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Kontribusi Habibie untuk Bangsa Indonesia

 

habibie

(sumber foto: google)

Nama Habibie sudah tidak asing lagi bagi warga negara Indonesia. Namun, tahukah Anda apa kontribusi Habibie pada dunia pesawat terbang, sehingga menjadikan beliau terkenal? Tahukah kontribusi beliau di bidang politik dan ekonomi indonesia? Simak tulisan berikut ini.

Masa kelahiran, cinta, dan pendidikan

habibieainun

(sumber: google)

Prof. Dr. –Ing. Bacharuddin Jusuf Habibie dilahirkan di Parepare, Sulawesi Selatan 80 tahun silam, tepatnya 25 Juni 1936. Beliau pernah mengenyam pendidikan di SMAK Dago, lalu kuliah di Institut Teknologi Bandung yang saat itu bernama Universitas Indonesia Bandung pada tahun 1954. Merasa kurang dan ingin menambah ilmu lagi, beliau melanjutkan studi ke Jerman. RWTH Aachen menjadi pilihannya. RWTH Aachen terletak di Jerman Barat. Gelar pertama yang diraihnya, diplom ingenieur didapatnya pada tahun 1960. Gelar doktor ingenieur diperoleh dengan nilai sempurna atau summa cum laude diraih pada tahun 1965.

Setelah melewati cukup banyak pesaing, beliau akhirnya berhasil meminang pujaan hatinya, Hasri Ainun Besari. Dari istrinya yang satu-satunya tersebut, dikaruniai dua orang putra dan tanpa putri, yaitu Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie.

Kontribusi di bidang Pesawat Terbang

N250

(sumber: google)

Mungkin ada yang bertanya, apa yang membuat Bpk Habibie begitu terkenal di bidang pesawat dan dianggap jenius? Alasannya adalah karena Bpk Habibie menemukan solusi atas permasalahan pesawat di kala itu yang belum ada yang bisa memecahkan. Kala itu, pesawat yang sering terbang, akan mengalami retak pada tubuh pesawat. Dan keretakan itu sangat sulit dideteksi, sehingga mengakibatkan angka kecelakaan pesawat tinggi dan biaya pemeliharaan menjadi mahal (karena banyak menduga-duga atau pemeliharaan komponen badan pesawat yang belum waktunya). Nah, Habibie dengan jeniusnya berhasil menemukan teori bahwa keretakan badan pesawat dapat diketahui. Dengan diketahuinya keretakan tersebut menyebabkan angka jatuh pesawat akibat keretakan pada badan pesawat dapat diminimalisasi. Dan perawatan badan pesawat lebih murah karena sudah diketahui rumusnya. Penemuan ini membuat Habibie terkenal seantero dunia. Teorinya tersebut dikenal sebagai Crack Progression.

Kontribusi sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi

BJ+Habibie_20140326+-+Helmi+Fithriansyah+6

(sumber: google)

Kehebatan Habibie yang bekerja di Messerschmitt-Bolkow-Blohm, perusahaan penerbangan di Hamburg, Jerman hingga mencapai karir sebagai wakil presiden bidang teknologi terdengar juga ke telinga bpk presiden saat itu, Bpk. Soeharto. Bpk. Soeharto kira-kira berpikir seperti ini “Lah ini anak bangsa cemerlang kok mengabdi di negara asing? Lah sini aja lah jadi menteri disini. Bangun negara sendiri lah”. Serta merta Bpk. Soeharto memanggilnya memangku tugas mulia sebagai menteri negara riset dan teknologi. Sejak tahun 1978 sampai Maret 1998 beliau mengabdi sebagai menteri. Hingga akhirnya beliau diangkat menjadi presiden, dengan masa jabatan 21 Mei 1998 hingga 20 Oktober 1999 (sebelumnya beliau adalah wakil presiden).

Kontribusi sebagai presiden

220px-Bacharuddin_Jusuf_Habibie_official_portrait

(sumber: google)

Jangankan jadi presiden. Jadi ketua RT atau RW saja bisa ada yang pro dan kontra. Apalagi menjadi presiden. Perdebatan bahkan ketidaksukaan pada beliau pun ada. Hal itu memang normal. Karena manusia memang berbeda pola pikir dan juga kepentingannya.

Namun terlepas dari semua itu, terdapat banyak kontribusi/peran Habibie. Inti dari kebijakan Habibie di masa awal kepresidenannya berkutat di masalah penegakan demokrasi yang lebih baik, hak asasi manusia, dan restrukturisasi ekonomi. Beberapa yang dapat disampaikan diantaranya:

  1. Di bidang politik

Kebijakan beliau di bidang politik intinya kepada memberikan demokrasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Diantaranya yaitu:

Memberikan kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya.

Membentuk tiga undang-undang yang demokratis yaitu:

  • UU no. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik
  • UU no. 3 tahun 1999 tentang Pemilu
  • UU no. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR

Menetapkan 12 Ketetapan MPR:

  • Tap MPR No. X/MPR/1998, tentang pokok-pokok reformasi pembangunan dalam rangka penyelematan dan normalisasi kehidupan nasional sebagai haluan negara
  • Tap MPR No. XI/MPR/1998, tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme
  • Tap MPR No. XIII/MPR/1998, tentang pembatasan masa jabatan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia
  • Tap MPR No. XV/MPR/1998, tentang penyelenggaraan Otonomi daerah
  • Tap MPR No. XVI/MPR/1998, tentang politik ekonomi dalam rangka demokrasi ekonomi
  • Tap MPR No. XVII/MPR/1998, tentang Hak Asasi Manusia (HAM)
  • Tap MPR No. VII/MPR/1998, tentang perubahan dan tambahan atas Tap MPR No. I/MPR/1998 tentang peraturan tata tertib MPR
  • Tap MPR No. XIV/MPR/1998, tentang Pemilihan Umum
  • Tap MPR No. III/V/MPR/1998, tentang referendum
  • Tap MPR No. IX/MPR/1998, tentang GBHN
  • Tap MPR No. XII/MPR/1998, tentang pemberian tugas dan wewenang khusus kepada Presiden/mandataris MPR dalam rangka menyukseskan dan pengamanan pembangunan nasional sebagai pengamalan Pancasila
  • Tap MPR No. XVIII/MPR/1998, tentang pencabutan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4)
  1. Di bidang ekonomi

Beberapa diantaranya yang dilakukan Habibie yaitu:

  • Menaikkan nilai rupiah terhadap dollar, hingga di bawah Rp.10.000 kala itu.
  • Melakukan restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN dan unit Pengelola Aset Negara
  • Melikuidasi beberapa bank bermasalah
  • Membentuk lembaga pemantau dan penyelesaian utang luar negeri
  • Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang disyaratkan IMF
  • Dan masih banyak lagi…

Cukup banyak yang dilakukan Habibie yang baik bagi Indonesia untuk ukuran masa kerja yang singkat (21 Mei 1998 – 20 Oktober 1999). Namun sayang, sebelum Indonesia pulih sepenuhnya, beliau mengundurkan diri setelah laporan pertanggungjawabannya ditolak oleh MPR.

Kontribusi pasca masa kepresidenan

the-habibie-center-_111018135204-118

(sumber: google)

Setelah selesai masa kepresidenan, beliau kembali tinggal di Jerman. Sampai akhirnya era kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono, beliau kembali ke Indonesia. Beliau aktif di organisasi yang didirikannya, Habibie Center. Yayasan tersebut aktif mengumandangkan tema demokrasi dan modernisasi. Selain juga pemberian beasiswa untuk dalam dan luar negeri.

Selain itu, beliau tetap aktif mengamalkan praktik membuat pesawat di perusahaan yang didirikan olehnya dan anaknya, PT. Regio Aviasi Industri. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang.

Penutup

Begitu banyak cinta yang terealisasi dalam begitu banyak kontribusi yang diberikan oleh Habibie dan membuat harum nama bangsa di dunia. Sepatutnya kita dapat menghargai dan meneladani beliau. Jikalau ada kekurangannya, kita yakini beliau hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan.

Juli 29, 2016 Posted by | Sang Inspirator Bangsa, Uncategorized | , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Perlukah ganti-ganti gadget?

Gadget, entah itu blackberry sampai produk-produk samsung bertebaran dimana-mana. Harganya bervariasi, dari 2 jutaan sampai puluhan juta. Apakah kita harus memilikinya? Tidak harus. Kita mesti bijak menyikapinya.
Tilik kembali kebutuhan kita. Jikalau sehari-hari kita hanya perlu menelpon dan sms an atau bbm/whatsap saja sama pacar atau orang tua, apa perlu kita rogoh kocek puluhan juta? Pemborosan. Jangan mau jadi korban ‘perampasan harta secara halus’. Selalu lihat kembali kebutuhan kita, lalu pilihlah yang sesuai. Namun apabila Anda seorang pebisnis yang memang sangat perlu gadget, ya memiliki gadget menjadi hal yang biasa. Disini berlaku ‘kesederhanaan bersifat relatif’. Hematlah uang kita, sehingga sisanya bisa kita tabung. Semoga kita bisa bijak menyikapinya. Tidak dianggap keren? Tidak apa-apa. Apakah keren punya gadget terbaru, namun cicilannya membuat kita puasa senen-kemis? Yang lebih keren kalau investasi kita banyak: entah itu tabungan, deposito, simpanan emas, tanah, dll. Supaya bisa digunakan sebagai dana darurat kelak. Kebutuhan hidup itu banyak: makan, biaya tinggal (penginapan/rumah), biaya kesehatan (siapa tahu kita sakit sewaktu2), memberi pada orang tua (bagi yang baru kerja dan masih punya orang tua), hak-hak orang miskin (sedekah, dll- ingatlah pada orang yang tiap hari memikirkan apakah dia besok masih bisa makan atau tidak.. Perhatikan orang-orang yang tinggal di gerobak, karena tdk memiliki biaya untuk menginap di tempat yang layak. Lalu di sisi lain kita memikirkan gadget baru apa yang perlu dibeli? Kebangetan!).
Akhirnya, semoga bangsa kita tidak menjadi bangsa konsumtif, tetapi jadi bangsa produktif. Bekerja ikhlas sekuat tenaga membangun bangsa indonesia. Semoga indonesia makin jaya, dimulai dari diri kita sendiri.

Oktober 4, 2013 Posted by | Renungan | Tinggalkan komentar

Menjadi bos bagi diri sendiri

Sudah seperti kebanyakan mahasiswa yang lulus dari perguruan tinggi: melamar pekerjaan. Namun saat itu saya tidak melakukannya. Setelah baru saja lulus, sempat ditawari bekerja di salah satu perusahaan oil & gas asing. Saat itu saya belum tertarik, maklum masih suasana hati ingin terus melanjutkan studi sampai setinggi-tungginya. Maka, tawaran kerja di oil & gas dipending dahulu.
Dari situ disibukkan dengan berbagai hal persiapan kuliah ke luar negeri. Syarat yang sudah tidak asing lagi: penguasaan bahasa asing seperti bhs.inggris yang terlihat dari skor toefl yang tinggi menjadi target utama. Selain memang saya belajar juga bahasa perancis dan mandarin walaupun hanya basic.
Gayung bersambut, singkat cerita saya bertemu guru bahasa inggris yang unik. Mengajar tidak dgn cara yang biasa. Ya saya ikut2 saja. Alhasil, saya bisa bicara bhs.inggris layaknya seorang bule! (Jika tidak percaya, coba saja telp saya: 08568884352). Aneh bin ajaib, namun saya bersyukur akan hal itu. Merasa kurang, saya pun belajar bahasa lain, perancis dan mandarin (basic).
Merasa cukup, saya tes toefl. Hasilnya lumayan. Tiba saatnya saya apply. Namun, di luar dugaan, kondisi ekonomi keluarga kurang baik. Saya terpaksa menahan keinginan dulu untuk kuliah ke luar negeri. Saya harus membantu keluarga saya. Waktu itu sudah hampir setahun dari semenjak lulus kuliah saya belajar bahasa.
Tawaran dari perusahaan minyak sudah tidak ada, karena mereka sudah mendapatkan penggantinya.
Lalu selanjutnya saya dapati bahwa mendapatkan lowongan kerja di perusahaan minyak ternyata tidak mudah. Sempat menyesal mengapa dulu tidak ambil tawaran kerja tsb. Tapi yasudahlah.
Akhirnya saya apply kerja dimana saja, termasuk yang tidak sesuai dgn background, yaitu perbankan. Saya pilih mandiri. Karena katanya merupakan bank terbesar di indonesia. Sambil magang di tempat dosen pembimbing saya kala itu (Bpk.Dr. Muslim Muin), saya sempatkan mengikuti berbagai tes perusahaan. Tes tercepat ternyata dari bank mandiri. Tanpa diduga saya lolos sampai tahap akhir (padahal tidak ada persiapan sama sekali). Walau sebenarnya saya berharap dapat panggilan kerja yang sesuai bidang saya.
Namun saya jalani saja kerja di mandiri, karena saya sudah menjalani tesnya. Penawaran dari saipem datang belakangan ketika saya sudah 2 bulan bekerja di mandiri.
Sekarang, saya merasa hampa. Memang saya bersyukur. Karena tidak semua orang dapat bekerja di bank mandiri, bank yang katanya terbesar di indonesia. Tapi di sisi lain, saya ingin bekerja di bidang yang sama dengan pendidikan saya sebelumnya. Ditambah hal aneh yang terjadi di mandiri. Hmm. Sekarang mencoba fokus terhadap apa yang saya kerjakan. Seorang anonim dari jepang berkata “jika ada sesuatu yang harus dikerjakan, maka hal itu layak dikerjakan sebaik-baiknya”. Kutipan yang baik dan akan saya coba terapkan dalam kehidupan.

Hikmah: berhati-hati terhadap kesempatan yang datang, karena mungkin tidak akan datang untuk kedua kali dlm waktu dekat. Jalani yang ada saat ini dengan usaha yang terbaik sambil tetap bersyukur.

Catatan: ditulis dgn software wordpress utk blackberry.

Oktober 1, 2013 Posted by | Renungan | | Tinggalkan komentar

Catur

Catur. Permainan yang sudah cukup lama ada. Permainan ini konon dapat meningkatkan daya berpikir kritis dan mengurangi kepikunan.
Pertama kali belajar catur waktu kelas 5 SD. Sempat ikut kejuaraan catur waktu itu sampai juara ke-2. Namun sekarang, ketika mencoba melawan orang lain belum bisa menang lagi. Perlu belajar lebih keras. Tadi sudah latihan melawan chess engine SlowBlitz chess, suatu program catur portable yang cukup ‘strong’. Namun belum bisa menahan ketangguhan strateginya. Harus latihan lagi. Ingin dapat gelar Master Nasional. Harus bisa!

Oktober 1, 2013 Posted by | Hobi, Uncategorized | Tinggalkan komentar

SILAT

Pendahuluan
Terdapat berbagai macam beladiri yang ada di Indonesia. Baik beladiri asli Indonesia maupun beladiri yang berasal dari luar/import. Sebagai bangsa yang besar, sepatutnya kita mempelajari beladiri asli bangsa Indonesia, sebab, menciptakan mobil ataupun motor belum sanggup. Masa beladiri pun kita mesti impor juga?
Sepatutnya kita menggunakan apa yang menjadi ciptaan asli bangsa ini.
Adalah SILAT salah salah satu seni beladiri asli bangsa ini. Selain efektifnya teknik yang ada di dalamnya, juga mengandung nilai-nilai budaya asli bangsa yang sangat luhur, sepatutnya dipelajari oleh seluruh rakyat Indonesia.
Di dalam Silat itu sendiri, terdapat berbagai macam aliran. Aliran-aliran tersebut memiliki karakteristik, jurus, dan filosofi yang berbeda dan merepresentasikan sifat/karakter penduduk dimana silat tersebut lahir.
Seperti aliran maenpo cikalong yang lahir di Cianjur, memiliki karakter yang halus, merupakan representasi budaya/kepribadian masyarakat disana yang memang halus/lembut. Namun, dengan kehalusan tersebut, bukan berarti aliran ini lemah. Seperti orang ramah, bukan berarti orang tersebut takut bukan?
Seperti itulah cikalong, meskipun terlihat lembut, namun bisa mematikan, tergantung kehendak sang pengguna aliran tersebut. Namun pada dasarnya, arti “lembut” disini yaitu aliran ini tidak menentang tenaga/serangan yang datang, namun diikuti, yang selanjutnya dimanipulasi. Sedangkan aliran lain yang “kasar/keras” secara terang-terangan menentang tenaga/serangan yang datang.

Agustus 6, 2012 Posted by | Hobi, Uncategorized | , , , , | Tinggalkan komentar

Menghitung Zakat Penghasilan

Dalam kitab fiqih kontemporer zakat pendapatan/penghasilan lebih dikenal sebagai zakat profesi. Menurut Dr. Yusuf Qordhowi dalam Fiqhu az-Zakat, zakat profesi adalah pendapatan berupa gaji/upah yang diperolehnya berdasar profesinya. Baik itu dokter, pegawai negeri, konsultan, notaris, kontraktor, sekretaris, manajer, direktur, mandor, guru, karyawan dan lain sebagainya. Zakat pada hakikatnya adalah pungutan harta yang diambil dari orang-orang hartanya sudah cukup nisabnya untuk dibagikan kepada para mustahik zakat.

Zakat profesi memang belum dikenal terutama khasanah ulama klasik. Sedangkan ulama kontemporer –berdasarkan hasil muktamar Internasional Pertama tentang zakat– bersepakat bahwa zakat profesi hukumnya wajib dikeluarkan apabila telah mencapai nisab berdasarkan dalil-dalil firman Allah Swt: “Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.(QS. Adz-Dzariyat (51): 19) “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (keluarkan zakat) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.“ (QS, Al-Baqarah (2): 267) “Pungutlah zakat dari kekayaan mereka, berarti kau membersihkan dan mensucikan mereka dengan zakat itu, kemudian doakanlah mereka, doamu itu sungguh memberikan kedamaian buat mereka. Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. at-Taubah : 103)

Zakat profesi sejalan dengan tujuan disyariatkannya zakat, seperti untuk membersihkan dan mengembangkan harta serta menolong para mustahiq. Zakat profesi juga mencerminkan rasa keadilan yang merupakan ciri utama ajaran Islam, yaitu kewajiban zakat pada semua penghasilan dan pendapatan.

Zakat profesi ini oleh para ulama kontemporer diatur mengenai nisab, besar, dan waktu pembayarannya, ada dua model pendekatan:

1. Diperhitungkan selama setahun

Model bentuk harta yang diterima ini sebagai penghasilan berupa uang, sehingga bentuk harta ini di-qiyas-kan dalam zakat harta (simpanan/ kekayaan). Nisabnya adalah jika pendapatan satu tahun lebih dari senilai 85 gr emas (anggap emas Rp. 300 000/gram), maka:

Minimal wajib zakat profesi, jika penghasilan mencapai = 85 gram x harga emas per gram = 85 gram x Rp. 300 000/gram = 25 500 000.

Jika penghasilan Anda mencapai 25 000 000, maka Anda wajib membayar zakat 2,5 % x penghasilan Anda. Jika tidak, maka tidak wajib membayar zakat.

2. Dikeluarkan langsung saat menerima pendapatan

Ini dianalogikan pada zakat tanaman. Model memperoleh harta penghasilan (profesi) mirip dengan panen (hasil pertanian), sehingga harta ini dapat di –qiyas-kan ke dalam zakat pertanian. Jika ini yang diikuti, maka besar nisabnya adalah senilai 653 kg gabah kering giling setara dengan 522 Kg beras dan dikeluarkan setiap menerima penghasilan/gaji sebesar 2,5% tanpa terlebih dahulu dipotong kebutuhan pokok (seperti petani ketika mengeluarkan zakat hasil panennya)

Contoh: Penghasilan saya Rp. 1 750 000, maka: karena harga beras saat ini Rp 8 000: harga beras per kg x 522 kg beras = Rp 8 000 x 522 = Rp. 4 176 000. Karena 1 750 000 < 4 176 000, maka saya tidak wajib membayar zakat.

Al-hasil, berdasarkan penjelasan tersebut maka zakat profesi itu bisa dilaksanakan setahun sekali atau sebulan sekali, atau berapa bulan sekali, terserah. Yang jelas, jika ditotal setahun besar zakat yang dikeluarkan akan sama. Namun ingat, ia baru wajib mengeluarkan jika penghasilannya, seandainya ditotal setahun setelah dikurangi kebutuhan-kebutuhannya selama setahun melebihi nisab. Jika tidak, tidak wajib zakat.

wallahualam.

[ditulis kembali dengan beberapa perubahan di http://www.eramuslim.com/konsultasi/zakat/zakat-penghasilan-apakah-ada-dalam-syariat-islam.htm]

 

 

Oktober 31, 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hakikat Manusia Menurut Islam

Garis Besar:

  • Konsep Manusia

– Siapakah manusia?

– Persamaan dan perbedaan manusia dengan makhluk lain.

  • Eksistensi dan Martabat Manusia

– Tujuan penciptaan manusia

– Fungsi dan peranan manusia

  • Tanggung jawab Manusia sebagai Hamba dan Khalifah Allah

– Tanggung jawab manusia sebagai hamba Allah

– Tanggung jawab manusia sebagai khalifah Allah

  • Istilah-istilah Penting

– Roh bersifat azali: roh merupakan wujud yang terbentuk secara abadi tanpa adanya permulaan.

– Biologis manusia: mempunyai hubungan dengan ilmu pengetahuan tentang gejala hidup manusia dan hubungan dengan sesamanya dan dunia di luar dari lingkungannya.

– Pembudayaan ilmu: proses memajukan budaya/ilmu menjadi suatu kebiasaan yang mutlak.

– Memikul amanah: memikul kepercayaan/pesan

  • Sasaran Pembelajaran

Setelah mempelajari tulisan ini Anda dapat:

  1. Menjelaskan perbedaan pandangan al-Quran dengan pendapat ulama Islam tentang konsep manusia.
  2. Melakukan ibadah dengan benar, karena memahami tujuan penciptaan manusia adalah beribadah.
  3. Berpikir dan bersifat sesuai dengan fungsi dan peran manusia menurut Al-Quran
  4. Berperilaku sesuai dengan tanggung jawab dirinya sebagai hamba dan khalifah Allah.

A. Pendahuluan

Pada diri manusia terdapat perpaduan sifat yang berlawanan, sesuai dengan nama dan sifat Tuhan yang berlawanan. Manusia adalah hadits (baru) ditinjau dari segi badaniyahnya dan azali dari segi roh Illahinya. Dengan kata lain, jasad manusia adalah baru sedangkan rohnya adalah azali. Oleh karena itu pada diri manusia terdapat perpaduan sifat ketuhanan dan sifat kemakhlukan. Ketika Allah menyaksikan kesombongan iblis, yaitu tidak mau sujud kepada Adam, dalam Q.S. 38 (Shaad):75 Allah berfirman:

“Allah berfirman: “Hai iblis apakah yang menghalangi kamu sujud kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan Ku? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk orang yang (lebih) tinggi? “

Kedua tangan dalam ayat tersebut, menurut Ibn al-‘Arabi, adalah nama atau sifat Tuhan yang berlawanan, baik nama aktif (al-asma’ al-fa’iliyyah) maupun nama reseptif (al-asma’ al-qabiliyyah). Nama aktif saling berlawanan seperti al-Anis (Yang Maha Ramah) berlawanan dengan al-Haib (Yang Pemalu).

B. Konsep Manusia

Siapakah Manusia?

Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam semesta. Asal usul manusia menurut ilmu pengetahuan tidak bisa dipisahkan dari teori tentang spesies baru yang berasal dari spesies lain yang telah ada sebelumnya melalui proses evolusi. Teori evolusi yang diperkenalkan Darwin pada abad XIX telah menimbulkan kepanikan, terutama di kalangan Gereja dan ilmuwan yang berpaham teori kreasi khusus. Apalagi setelah teori itu diekstrapolasikan oleh para penganutnya sedemikian rupa, sehingga seolah-olah manusia berasal dari kera. Padahal Darwin tidak pernah mengemukakan hal tersebut, walaupun taksonomi manusia dan kera besar berada pada super famili yang sama, yaitu hominoidae.

Darwin mengetengahkan banyak fakta yang nampaknya lebih berarti daripada pendahulunya. Darwin mengemukakan teori mengenai asal-usul spesies melalui sarana seleksi alam atau bertahannya ras-ras yang beruntung dalam memperjuangkan dan mempertahankan kehidupannya. Teori Darwin memuat dua aspek. Aspek pertama bersifat ilmiah, namun ketika diungkapkan dan dilaksanakan, ternyata aspek ilmiahnya sangat rapuh. Aspek kedua bersifat filosofis yang diberi penekanan oleh Darwin sangat kuat dan diungkapkan secara jelas. Teori evolusi tidaklah segalanya, bahkan Darwin sendiri menyadari seperti diungkapkannya:

“Tapi aku mempercayai seleksi alam, bukan karena aku dapat membuktikan, dalam setiap kasus, bahwa seleksi alam telah mengubah satu spesies menjadi spesies lainnya, tapi karena seleksi alam mengelompokkan dan menjelaskan dengan baik (menurut pendapatku) banyak fakta mengenai klasifikasi, embriologi, morfologi, organ-organ elementer, pergantian dan distribusi geologis.”

Evolusi manusia menurut ahli paleontologi dapat dibagi menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat evolusinya, yaitu:

Pertama, tingkat pra-manusia yang fosilnya ditemukan di Johanesburg Afrika Selatan pada tahun 1924 yang dinamakan fosil australopithecus.

Kedua, tingkat manusia kera yang fosilnya ditemukan di Solo pada tahun 1891 yang disebut pithecantropus erectus.

Ketiga, manusia purba, yaitu tahap yang lebih dekat kepada manusia modern yang sudah digolongkan genus yang sama, yaitu homo walaupun spesiesnya dibedakan. Fosil jenis ini ditemukan di Neander, karena itu disebut homo neanderthalesis dan kerabatnya ditemukan di Solo (Homo soloensis).

Keempat, manusia modern atau homo sapiens yang telah pandai berpikir, menggunakan otak dan nalarnya.

Mencari makna manusia dilakukan melalui ilmu pengetahuan. Para ahli berusaha mendefinisikannya sesuai dengan bidang kajian (obyek materia) ilmu yang digelutinya.

Membicarakan tentang manusia dalam pandangan ilmu pengetahuan sangat tergantung pada metodologi yang digunakan dan terhadap filosofis yang mendasari.

Para penganut teori psikoanalisis menyebut manusia sebagai homo volens (manusia berkeinginan). Menurut aliran ini manusia adalah makhluk yang memiliki prilaku interaksi antara komponen biologis (Id), psikologis (ego), dan sosial (superego). Di dalam diri manusia terdapat unsur animal (hewani), rasional (akali), dan moral (nilai).

Para penganut teori behaviorisme menyebut manusia sebagai homo mehanicus (manusia mesin). Behavior lahir sebagai reaksi terhadap introspeksionisme (aliran yang menganalisis jiwa manusia berdasarkan laporan subyektif) dan psikoanalisis (aliran yang berbicara tentang alam bawah sadar yang tidak tampak). Behavior menganalisis perilaku yang nampak saja. Menurut aliran ini segala tingkah laku manusia terbentuk sebagai hasil proses pembelajaran terhadap lingkungannya, tidak disebabkan aspek rasional dan emosionalnya.

 Para penganut teori kognitif menyebut manusia sebagai homo sapiens (manusia berpikir). Menurut aliran ini manusia tidak lagi dipandang sebagai makhluk  yang bereaksi secara pasif pada lingkungan, tetapi sebagai makhluk yang selalu berusaha memahami lingkungannya, makhluk yang selalu  berpikir. Penganut teori kognitif mengecam pendapat yang cenderung menganggap pikiran itu tidak nyata karena tampak tidak mempengaruhi peristiwa. Padahal berpikir, memutuskan, menyatakan, memahami dan sebagainya adalah fakta kehidupan manusia.

Para penganut teori humanisme menyebut manusia sebagai homo ludens (manusia bermain).  Aliran ini mengecam psikoanalisis  dan behavionarisme, karena keduanya tidak menghormati manusia sebagai manusia. Keduanya tidak dapat menjelaskan aspek eksistensi manusia yang positip dan menentukan, seperti cinta, kreativitas, nilai, makna, dan pertumbuhan pribadi. Menurut humanisme manusia berperilaku untuk mempertahankan, meningkatkan dan mengaktualisasikan diri. Perdebatan mengenai siapa manusia di kalangan para ilmuan terus berlangsung dan tidak menemukan satu kesepakatan yang tuntas. Manusia tetap menjadi misteri yang paling besar dalam sejarah perkembangan ilmu pengetahuan sampai sekarang.

Konsep manusia dalam al-Qur’an dipahami dengan memperhatikan kata-kata yang saling menunjuk pada makna manusia yaitu kata basyar, insan, dan al-nas.  Allah memakai konsep basyar dalam al-Qur’an sebanyak 37 kali, salah satunya al-Kahfi:110, yaitu: Innama anaa basyarun mitslukum (Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu). Konsep basyar selalu dihubungkan pada sifat-sifat biologis manusia, seperti asalnya dari tanah liat atau lempung kering (al-Hijr:33; al-Ruum:20), manusia makan dan minum (al-Mu’minuun:33). Basyar adalah makhluk yang sekedar berada (being) yang statis seperti hewan.

Kata insan disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 65 kali, di antaranya (al-Alaq:5), yaitu: Allamal insaana maa lam ya’lam (Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya). Konsep insan selalu dihubungkan pada sifat psikologis atau spiritual manusia sebagai makhluk yang berpikir, diberi ilmu, dan memikul amanah (al-Ahzab:72). Insan adalah makhluk yang menjadi (becoming) dan terus bergerak maju ke arah kesempurnaan.

Kata al-nas disebut sebanyak 240 kali, seperti al-Zumar:27, Walaqad dlarabna linnaasi fii haadzal quraani min kulli matsal (Sesungguhnya telah Kami buatkan bagi manusia dalam al-Qur’an ini setiap macam perumpamaan). Konsep al-nas  menunjuk pada semua manusia sebagai makhluk sosial atau secara kolektif.

Dengan demikian al-Qur’an memandang manusia sebagai makhluk biologis, psikologis, dan sosial. Manusia sebagai basyar tunduk pada takdir Allah, sama dengan makhluk lain. Manusia sebagai insan dan al-nas bertalian dengan hembusan roh Allah yang memiliki kebebasan dalam memilih atau tunduk atau menentang takdir Allah.

(to be continue..)

[diambil dari diktat kuliah Agama Islam, ITB]

Maret 11, 2011 Posted by | Uncategorized | 6 Komentar

Simulation of Water Quality Modelling of The Open Sea By Integrating MuQual3D and SINTEF Dream to Preserve The Environment of The Ocean

Abstract.

Exploration and exploitation activities of the oil and gas is done by human. Because of people’s activities – such as taking a bath and housework – produce waste water. This kind of waste water, namely Domestic Waste Water, has to be controlled not to exceed certain number, ruled by law. Besides, the paper also calculates Produced Waste Water yielded by the exploration process. Therefore, this paper analyzes distribution of the water quality resulted by the waste water, done by scientific approach. MuQual3D and SINTEF Dream, futhermore, two of the well-known software calculating the distribution of the water quality modelling, will be compared. The results, finally, will be briefly explained at the last chapter.

Desember 17, 2010 Posted by | Uncategorized | 12 Komentar

Resensi Buku ‘The Chinese Tao of Business’

Sebuah buku riset ditulis oleh tiga orang kompeten dalam bidang bisnis, George T.Haley, Usha CV Haley, dan Chin Tiong Tan. Berisi suatu kajian kesuksesan bisnis Cina, dimulai dari hal-hal bersifat spiritual yang diyakini Cina, kebudayaan Cina, “Jalan” (sesuatu yang dijadikan pedoman rakyat Cina kebanyakan), Taoisme, serta Konfusianis.

Buku ini menceritakan bagaimana paham-paham yang berkembang di Cina mempengaruhi pola bisnis mereka, disamping pola pikir Cina (Timur) berbeda dengan pola pikir Barat. Pola pikir Cina yang holistis (menyeluruh), intuitis, bertindak cepat dengan pola pikir Barat yang particularistic, analitis, lambat.

Buku ini cocok sebagai panduan awal untuk siapapun yang berniat mengembangkan bisnis di Cina.

Desember 29, 2009 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Konsep Ketuhanan Dalam Islam

Setelah Anda membaca tulisan ini, Anda dapat memahami poin-poin berikut ini:

1. Filsafat Ketuhanan dalam Islam.

  • Siapakah Tuhan itu?
  • Sejarah Pemikiran Manusia Tentang Tuhan.
  • Tuhan Menurut Agama-agama Wahyu.
  • Pembuktian Wujud Tuhan.

2. Keimanan dan Ketakwaan

  • Pengertian Iman
  • Wujud Iman
  • Proses Terbentuknya Iman
  • Tanda Orang Beriman
  • Korelasi Keimanan dan Ketakwaan

3. Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern.

  • Problematika, Tantangan, dan Resiko dalam Kehidupan Modern.
  • Peran Iman dan Takwa dalam Menjawab Problema dan Tantangan Kehidupan Modern.

Istilah-istilah Penting:

  • Ibadah Mahdhah: ibadah yang sudah ditentukan macam, cara, waktu, dan bacaannya.
  • Spiritualistis Islam: Ciri/kerohanian Islam
  • Karakter Islam: Watak/sifat/tabiat Islam.
  • Pola pikir teologis: pola pikir berkenaan dengan ilmu ke-Tuhanan.
  • Bersifat azali: wujud yang terbentuk secara abadi tanpa adanya permulaan.

Sasaran Pembelajaran:

  1. Menjelaskan perbedaan pandangan Max Muller, Andrew Lang, dan Agama Wahyu tentang monoteisme.
  2. Berpikir dan bersikap sesuai dengan aliran teologis yang dapat menunjang perkembangan IPTEK dan peningkatan etos kerja.
  3. Membuktikan adanya Tuhan melalui kajian ilmiah, sehingga dapat memantapkan iman.
  4. Bersikap dengan benar sesuai dengan prinsip dalam proses pembentukan iman
  5. Bersifat dengan benar sesuai dengan prinsip dalam proses pembentukan iman.
  6. Mengimplementasikan iman dengan ibadah dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.
  7. Menerangkan peranan iman dan takwa dalam menghadapi tantangan kehidupan modern, sehingga meyakini benar perlunya beriman dan bertakwa.

A. Pendahuluan

Aspek keimanan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah aspek kejiwaan dan nilai. Aspek ini belum mendapat perhatian seperti perhatian terhadap aspek lainnya. Kecintaan kepada Allah, ikhlas beramal hanya karena Allah, serta mengabdikan diridan tawakal sepenuhnya kepada-Nya, merupakan nilai keutamaan yang perlu diperhatikan dan diutamakandalam menyempurnakan cabang-cabang keimanan.

Sesungguhnya amalah lahiriah berupa ibadah mahdhah dan muamalah tidak akan mencapai kesempurnaan, kecuali jika didasari dan diramu dengan nilai keutamaan tersebut. Sebab nilai-nilai tersebut senantiasa mengalir dalam hati dan tertuang dalam setiap gerak serta perilaku keseharian.

Pendidikan modern telah mempengaruhi peserta didik dari berbagai arah dan pengaruhnya telah sedemikian rupa merasuki jiwa generasi penerus. Jika tidak pandai membina jiwa generasi mendatang, “dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam nalar, pikir dan akal budi mereka”, maka mereka tidak akan selamat dari pengaruh negatif pendidikan modern. Mungkin mereka merasa ada yang kurang dalam sisi spiritualitasnya dan berusaha menyempurnakan dari sumber-sumber lain. Bila ini terjadi, maka perlu segera diambil tindakan, agar pintu spiritualitas yang terbuka tidak diisi oleh ajaran lain yang bukan berasal dari ajaran spiritualitas Islam.

Seorang muslim yang paripurna adalah yang nalar dan hatinya bersinar, pandangan akal dan hatinya tajam, akal pikir dan nuraninya berpadu dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan sesama manusia, sehingga sulit diterka mana yang lebih dahulu berperan kejujuran jiwanya atau kebenaran akalnya. Sifat kesempurnaan ini merupakan karakter Islam, yaitu agama yang membangun kemurnian akidah atas dasar kejernihan akal dan membentuk pola pikir teologis yang menyerupai bidang-bidang ilmu eksakta, karena dalam segi akidah, Islam hanya menerima hal-hal yang menurut ukuran akal sehat dapat diterima sebagai ajaran akidah yang benar dan lurus.

Pilar akal dan rasionalitas dalam akidah Islam tecermin dalam aturan muamalat dan dalam memberikan solusi serta terapi bagi persoalan yang dihadapi. Selain itu Islam adalah agama ibadah. Ajaran tentang ibadah didasarkan atas kesucian hati yang dipenuhi dengan keikhlasan, cinta, serta dibersihkan dari dorongan hawa nafsu, egoisme, dan sikap ingin menang sendiri. Agama seseorang tidak sempurna, jika kehangatan spiritualitas yang dimiliki tidak disertai dengan pengalaman ilmiah dan ketajaman nalar. Pentingnya akal bagi iman ibarat pentingnya mata bagi orang yang sedang berjalan.

B. Filsafat Ketuhanan dalam Islam

Siapakah Tuhan itu?

Perkataan ilah, yang diterjemahkan “Tuhan”, dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia, misalnya dalam QS 45 (Al-Jatsiiyah): 23, yaitu:

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya….?”

Dalam QS 28 (Al-Qashash):38, perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri:

“Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku, aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.”

Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda, baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun), ganda (mutsanna:ilaahaini), dan banyak (jama’: aalihatun). Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin. Untuk dapat mengerti dengan definisi Tuhan atau Ilah yang tepat, berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut:

Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa, sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya.

Perkataan dipentingkan hendaklah diartikan secara luas. Tercakup di dalamnya yang dipuja, dicintai, diagungkan, diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan, dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian.

Ibnu Taimiyah memberikan definisi al-ilah sebagai berikut:

Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati, tunduk kepada-Nya, merendahkan diri di hadapannya, takut, dan mengharapkannya, kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan, berdoa, dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri, meminta perlindungan dari padanya, dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya (M.Imaduddin, 1989:56)

Atas dasar definisi ini, Tuhan itu bisa berbentuk apa saja, yang dipentingkan manusia. Yang pasti, manusia tidak mungkin ateis, tidak mungkin tidak ber-Tuhan. Berdasarkan logika Al-Quran, setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. Dengan begitu, orang-orang komunis pada hakikatnya ber-Tuhan juga. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau angan-angan (utopia) mereka.

Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan, yaitu “tidak ada Tuhan”, kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu, sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan, yaitu Allah.

Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan

  1. Pemikiran Barat

Yang dimaksud konsep Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah, baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin. Dalam literatur sejarah agama, dikenal teori evolusionisme, yaitu teori yang menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana, lama kelamaan meningkat menjadi sempurna. Teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Max Muller, kemudian dikemukakan oleh EB Taylor, Robertson Smith, Lubbock dan Javens. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut:

  • Dinamisme

Menurut paham ini, manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia, ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda, seperti mana (Melanesia), tuah (Melayu), dan syakti (India). Mana adalah kekuatan gaib yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera. Oleh karena itu dianggap sebagai sesuatu yang misterius. Meskipun nama tidak dapat diindera, tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya.

  • Animisme

Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. Setiap benda yang dianggap benda baik, mempunyai roh. Oleh masyarakat primitif, roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. Oleh karena itu, roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup, mempunyai rasa senang, rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. Menurut kepercayaan ini, agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut, manusia harus menyediakan kebutuhan roh. Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh.

  • Politeisme

Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan, karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya, ada yangmembidangi masalah air, ada yang membidangi angin dan lain sebagainya.

  • Henoteisme

Politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendekiawan. Oleh karena itu dari dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi, karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Lama-kelamaan kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih definitif (tertentu). Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan, namun manusia masih mengakui Tuhan (Ilah) bangsa lain. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional).

  • Monoteisme

Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham, yaitu: deisme, panteisme, dan teisme.

Baca lebih lanjut

Juli 24, 2008 Posted by | Islam for Beginner | 117 Komentar